• Headline

    Penjualan Seragam Sekolah Melonjak 30 Kali Lipat

    Oleh : Doni Ramdhani18 Juli 2017 16:17
    INILAH, Bandung - Tahun ajaran baru memberi berkah bagi penjual seragam sekolah. Dibandingkan dengan hari biasa, penjualan seragam naik lebih dari 30 kali lipat.

    Owner Toko Reza Production Diela Purnama mengaku penjualan di tempatnya hingga kini masih ramai. Padahal, hari pertama sekolah ditetapkan pada Senin (17/7) lalu.

    "Puncak pembelian seragam terjadi pada Sabtu dan Minggu pekan lalu. Dibandingkan dengan hari biasa, penjualan bisa melonjak hingga lebih dari 30 kali lipat," kata Diela saat ditemui di toko yang berada di Jalan Cipaera-Kosambi, Kota Bandung, Selasa (18/7).

    Menurutnya, kenaikan omset meningkat dibandingkan tahun lalu. Namun, peningkatannya hanya dua kali lipat. Kondisi ramainya konsumen ini bertahan paling lama satu bulan. Dalam jangka waktu relatif singkat itu, tokonya bisa meraup keuntungan berlimpah. Per hari, omsetnya bisa mencapai Rp35 juta - Rp 40 juta.

    Semua seragam tersedia di tokonya yang berdiri sejak delapan tahun silam. Mulai dari seragam SD, SMP, hingga SMA tersedia dalam berbagai ukuran. Selain itu, Toko Reza menyediakan baju kebaya, pangsi, baju koko, hingga atribut sekolah seperti sabuk, kaus kaki, dan sepatu.

    "Pesanan di toko ini juga meningkat seiring aturan pemerintah yang melarang sekolah menyediakan seragam," tambahnya.

    Mengenai harga jual, untuk setelan pendek seragam SD dibanderol Rp70 ribu- Rp 85 ribu. Untuk seragam SMP, dijual seharga Rp90 ribu - Rp 100 ribu/stel.

    Untuk seragam SMA, dijual seharga Rp 100 ribu - Rp 120 ribu/stel. Untuk setelan panjang, kata dia, harga lebih mahal sekitar Rp10 ribu - Rp 20 ribu. Selain toko Reza, di kawasan Kosambi itu terdapat toko Resko dan Remaja.

    "Sekarang, kebanyakan anak-anak memilih baju muslim untuk sekolah. Jadi, konsumen dominan memilih seragam panjang. Sekarang masih ada aja yang nyari, yang pasti ramainya sampai akhir bulan ini," ucapnya.

    Diela menuturkan, sejak awal Juli toko seragam sekolah mulai ramai dikunjungi para orang tua. Persiapan menghadapi tahun ajaran baru ini sebenarnya dimulai sejak April silam. Setidaknya, produksi seragam dilipatgandakan dari hari-hari biasa.

    "Saya sendiri untuk produksi ini bisa naik sampai 50%. Konsekuensinya, saya tentu belanja bahan baku lebih banyak," ucapnya.

    Terkait ongkos produksi, selama ini dia menggunakan jasa maklun kepada pihak lain. Dia tidak mengetahui jumlah ongkos produksi yang biasanya ikut meningkat. Diela mengaku hanya belanja bahan baku yang dipersiapkan akan menjadi sejumlah seragam.

    Mengenai penjualan, dia menyebutkan saat ini mulai tampak peningkatan meski tidak terlalu signifikan. Namun, dibandingkan dengan hari-hari biasa, penjualan di tokonya mulai meningkat 20-30%.

    "Sejak H+4 Lebaran kemarin, alhamdulillah penjualan mulai naik 20%-30% dari biasanya. Minggu ini sih memang masih tidak begitu naik, harapannya minggu depan penjualan bisa mencapai puncaknya," sebutnya.

    Sementara itu, dari pantauan di Balubur Town Square (Baltos) sejumlah toko seragam sekolah tidak terjadi kepadatan konsumen. Nabila (30), penjaga Toko Abdillah Collection mengaku peningkatan jumlah konsumen tidak terlalu signifikan. Kemungkinan besar, melonjaknya konsumen seragam baru terjadi pada pekan terakhir menjelang tahun ajaran baru.

    "Saya juga nggak tahu alasannya terkait jumlah pembeli seragam ini. Mungkin uangnya sudah habis Lebaran kemarin," kata Nabila berseloroh.

    Tak hanya pedagang seragam yang kebanjiran pembeli pada saat musim ajaran baru ini. Pedagang yang diuntungkan juga yang berjualan buku dan alat tulis kantor. [ito]