• KBB Targetkan Pencetakan KIA Setengah Juta Keping

    Oleh : Fuad Hisyamudin13 Agustus 2017 20:28
    INILAH, Bandung-Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) menargetkan penerbitan Kartu Identitas Anak (KIA) sebanyak 500 ribu keping dari sekitar 1,6 juta lebih penduduk daerah tersebut.

    Kepala Disdukcasip KBB Wahyu Diguna menjelaskan, pihaknya tengah menyiapkan pelayanan maksimal agar proses pembuatan KIA ini diharapkan bisa selesai secepat mungkin.

    "Kami siapkan pelayanan terbaik. Untuk target total itu tentu tidak langsung semua, namun bisa dilaksanakan secara bertahap," ungkap Wahyu, saat ditemui usai penyerahan KIA pada sejumlah, dalam acara KBB Expo 2017 di Plaza Komplek Perkantoran KBB Ngamprah, Ahad (13/8/2017.

    Atas target yang setengah juta itu, Wahyu mengaku optimis bisa mencapainya. Apalagi kata dia, adminduk jenis KIA ini siklusnya terus berjalan dan bertahap.

    "Jadi ya seiring bertambahnya penduduk, kita berharap bisa menyelesaikan target itu. Dan saya kira bisa dilaksanakan karena KIA ini produk Pemda,” ucapnya.

    Meski ini otoritas Pemda, sambungnya, namun KIA tersebut tetap jelas regulasinya mulai dari Peraturan Mentri Dalam Negeri (Permendagri) maupun Peraturan Daerah (Perda)-nya.

    "KIA merupakan pelengkap dari adminduk lainnya seperti Akte Kelahiran dan Kartu Keluarga yang harus dimiliki seseorang," jelasnya.

    Wahyu bahkan menjanjikan untuk pembuatan KIA prosesnya tidak akan berbelit-belit seperti pembuatan KTP Elektronik. Ia akan memprioritaskan pelayanan terbaik dan cepat.

    Lantas apa manfaat KIA? Ia bilang, KIA ini pada dasarnya untuk melindungi anak dari praktek traficing dan lain sebagainya.

    "Jadi penting dimiliki anak-anak kita. Prosesnyapun tidak berbelit-belit seperti KTP-el karena datanya tidak harus diakses ke pemerintah pusat. Melainkan merupakan otoritas Pemda," terang Wahyu.

    Ia menjelaskan, dari namanya saja dapat diketahui bahwa program Adminduk tersebut dikhususkan bagi anak-anak. Sasaran Adminduk tersebut, anak berusia 0-17 tahun dengan ketentuan salah satunya memiliki Kartu Keluarga (KK) dan KTP orangtuanya.

    Dikatakan, proses pembuatan KIA ini cukup simple. Pemohon hanya diminta menyerahkan fotocopy KK dan KTP orangtuanya serta melampirkan pas foto ukuran 2 x3 sebanyak dua buah.

    Sementara ini, pengurusan KIA masih dilakukan secara sentralistik di Disdukcasip. Ke depannya, tidak menutup kemungkinan bisa dilaksanakan di masing-masing kecamatan.

    Untuk tahun ini, pihaknya telah menyiapkan 10.000 keping blanko keseluruhan. Alhasil, ada blanko yang tersedia sebanyak 8.000 keping lagi.

    Dan masih untuk tahun ini targetnya ditambah 30.000 keping lagi dengan mengandalkana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan KBB tahun 2017.

    Kata Wahyu, pihak Pemerintah KBB sendiri terus melakukan berbagai penertiban dalam urusan administrasi kependudukan (Adminduk). KTP electronik yang selama ini tengah berjalan juga digenjot melengkapi KIA dan Adminduk lainnya.

    "KIA untuk tahap awal dibagikan pada 2.000 anak yang rata-rata masih berusia Sekolah Dasar (SD)," ujarnya.

    Semwntara itu, Bupati Bandung Barat Abubakar mengatakan, KIA ini sangat penting bagi anak dalam rangka meningkatkan pendataan, perlindungan dan pelayanan publik khsususnya bagi anak.

    "KIA juga sebagai upaya memberikan perlindungan dan pemenuhan hak konstitusional warga negara. Ini juga merupakan pelayanan pemerintah pada anak-anak," ujarnya.

    Pentingnya anak-anak memiliki kartu tersendiri tersebut, ditunjang oleh kemudahan yang dijanjikan Disdukcasip sebagai leading sector yang memberikan pelayanannya.

    "Masyarakat yang memiliki anak silahkan members KIA. Renting a akan sangat bermanfaat untuk berbagai keprluan adminsitrasi kependudukan," ajaknya. (Fuad hisyamudin)

    Keterangan Gambar: Bupati Bandung Barat Abubakar, Ketua P2TP2A KBB Elin S Abubakar, Kepala Disdukcasip KBB Wahyu Diguna menyerahkan KIA pada anak-anak saat Launching KIA di KBB, Ahad (13/8/2017). [jek]