• Warga Rancamanyar Keluhkan Tumpukan Sampah di Samping SPBU

    Oleh : Rd Dani Rahmat Nugraha12 September 2017 14:56
    INILAH, Soreang- Warga dan pengguna jalan di Jalan Raya Rancamanyar-Banjaran tepatnya di Kampung Bojongkukun Desa Rancamanyar Kecamatan Baleendah Kabupaten Bandung, mengeluhkan tumpukan sampah di pinggir jalan samping SPBU. Karena tak tersedia Tempat Pembuangan Sementara (TPS), lahan kosong disamping SPBU serta lahan di seberangnya dijadikan tempat pembuangan sampah.

    Syafiudin (40) salah seorang warga Desa Rancamanyar mengatakan, tumpukan sampah di tempat itu sebenarnya bukan hanya warga sekitar saja yang membuangnya.

    Namun banyak juga pengguna jalan yang melintas dan sengaja membuang sampah dari rumahnya. Tumpukan sampah di tepi jalan itu, tentu saja sangat mengganggu kenyamanan warga sekitar.

    "Enggak enak dilihat dan bau menyengat ke mana mana. Apalagi kalau tertiup angin baunya masuk ke rumah rumah penduduk. Saya juga aneh sama pemerintah, kok ada tumpukan sampah di pinggir jalan yang ramai seperti ini kok dibiarkan. Kalaupun diangkut, cuma sebagian saja, akhirnya yah terus menumpuk," kata Syafiudin, Selasa (12/9/17).

    Selain di tempat itu, kata Syafiudin, tumpukan sampah juga terlihat di seberangnya. Sebuah lahan kosong milik warga sekitar berubah menjadi TPS liar. Tumpukan sampah yang berceceran menyumbat selokan di tempat itu.

    "Warga disini juga sudah bosan laporan kepada pemerintah enggak pernah didengar. Selain itu memang pemerintah juga enggak bisa menyediakan TPS resmi. Seandainya pemerintah menyediakan TPS di tempat yang layak dan benar, mungkin warga dan pengguna jalan juga enggak akan buang sampah sembarangan,"ujarnya.

    Roni (39) salah seorang pengguna jalan yang setiap hari melalui jalan tersebut, mengaku risih dengan tumpukan sampah di dua tempat tersebut. Bau tak sedap serta pemandangan menjijikan menjadi hal yang akrab bagi Roni dan para pengguna jalan lainnya.

    Kata dia, seharusnya pemerintah bisa menyelesaikan masalah tersebut. Karena meskipun jalan itu tak sebesar jalan yang bertatus milik pusat. Namun jalan milik Pemkab Bandung ini sangat padat dilalui kendaraan. Apalagi di saat jam pergi dan pulang kerja.

    "Ini jalan alternatif yang padat setiap hari, masyarakat dari Kabupaten Bandung menuju Kota Bandung dan sebaliknya ramai lewat sini. Tumpukan sampah itu jelas mengganggu kami pengguna jalan, apalagi di sini kan sering macet, kalau sedang macet kami harus berlama lama memandangi tumpukan sampah yang menjijikan,"ujar Roni.
    [ito]



meikarta.. the world of ours