• Pemkot Cimahi Segera Miliki Masjid Megah

    Oleh : Fuad Hisyamudin12 September 2017 20:17
    INILAH, Cimahi-Kabar baik itu datang dari Kantor Pemerintahan Kota Cimahi. Tak lama lagi, kantor Pemerintahan yang berada di Jalan Rd. Demang Hardjakusumah Blok Jati Cihanjuang Kota Cimahi akan memiliki bangunan masjid megah.

    Sejak Cimahi otonomi dan memiliki kantor pemerintahan sendiri, 16 tahun lalu, Kota dengan 3 kecamatan ini memang belum memiliki mesjid representatif dan nyaman untuk beribadah dan berbagai pusat syiar keagamaan Islam. Biasanya, aktivitas keagamaan mengandalkan Masjid Agung Cimahi yang terletak menyimpang di tiga ruas jalan, yakni di Jalan Raya Amir Machmud-Jalan Kolmas dan Jalan Kaum nomor 2 Cimahi.

    Tuntutan akan keberadaan Masjid di komplek pemerintahan kota itu sudah cukup lama didengungkan. Dengan banyaknya aparatur sipil negara (ASN) yang mayoritas beragama Islam, seringkali kesulitan melaksanakan ibadah shalat berjamaah disela pekerjaan.

    Apabila memasuki jam shalat Jumat misalnya, para ASN kaum adam kerap kedodoran mencari masjid terdekat. Pun ketika waktu shalat Duhur dan Ashar, mushola yang terletak disejumlah pojokan dekat tangga kerap tak bisa menampung jemaah.

    Kini keluhan itu sebentar lagi sirna. Mesjid megah tiga lantai, dengan luas bangunan dilantai utama sekitar 400 meter persegi itu akan menjadi pelepas dahaga ruhiah para ASN muslim dan masyarakat Kota Cimahi.

    Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kota Cimahi Ahmad Nuryana mengungkapkan, pembangunan masjid akan berlokasi di lingkungan komplek pemerintahan Kota Cimahi. Tepatnya di dekat lapangan yang biasa dipakai apel para ASN Kota Cimahi.

    "Masjid Perkantoran Pemkot Cimahi akan memiliki tiga lantai. Masing-masing akan berfungsi untuk berbagai aktivitas keagamaan Islam," ungkap Achmad, saat dijumpai usai acara peletakan batu pertama pembangunan masjid tersebut, di area perkantoran Pemkot Cimahi, Selasa (12/9/2017).

    Ia membeberkan, bangunan masjid ini akan berlantai tiga. Pada lantai paling dasar, luas bangunannya sekitar 212 meter persegi. Disini ada ruangan untuk managemen, kantor DKM, tempat wudhu, toilet dan lain-lain.

    Adapun untuk lantai dua, sambungnya, merupakan bangunan utama dengan dengan luas 400 meter persegi dan mampu menampung jemaah 350 oraang, Sedangkan di lantai ketiga, akan memiliki luas 252 meter dengan kapasitas 225 jemaah.

    Berapa duit pembangunan masjid ini? Ia menjelaskan, masjid ini ini akan menelan duit sebesar Rp 6 miliar. "Pembangunannya dilaksanakan dua tahap. Tahap pertama ditargetkan selesai pada 25 Desember 2017, dengan estimasi 105 hari kerja," katanya.

    Dijelaskan, pembangunan tahap pertama ini baru akan selesai sekitar 55 persen dari total keseluruhan target kontruksi. Rencana skenarionya, kata dia, tahun 2017 ini pembangunan masjid tahap pertama akan menelan biaya sekitar Rp2.909.768.000 dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Cimahi.

    Penghitungan estimasi target pembangunan tersebut, kata dia, sebagaimana nilai kontrak dengan perusahaan pemenang. Adapun pembangunan tahap kedua, sambungnya, akan dimulai tahun 2018 dengan pagu anggaran mencapai Rp 3 miliar dari APBD Kota Cimahi tahun 2018.

    Dengan skenario tersebut, ia meyakini, pembangunan bisa selesai di tahun 2018. Dan pada kepemimpinan Walikota dan Wakil Walikota baru nanti, ditahun 2018 nanti, berbagai aktivitas dan syiar di Masjid Pemkot Cimahi ini sudah berjalan.

    Dalam kesempatan tersebut, Pelaksana Tugas Wali Kota Cimahi Sudiarto secara simbolis meletakan batu pertama pembangunan masjid. Selain dia, ada sejumlah pejabat Cimahi, para alim ulama, tokoh masyarakat dan perwakilan legislatif.

    Dalam kesempatan tersebut, Sudiarto mengatakan peletakan batu pertama sebagai tanda bahwa pembangunan masjid akan mulai. Untuk itu dia meyakini, terlaksananya pembangunan masjid ini sebagai wujud semangat bersama yang merupakan manifestasi dari iman dan taqwa kepada Allah subhanahu wata'ala.

    "Keberadaan masjid memiliki peranan yang sangat strategis sekaligus sentral dalam pembentukan sdm umat yang berkualitas dan shaleh. Masjid diyakini sebagai suatu sarana yang mampu menanamkan pemahaman dan pengamalan ajaran agama sebagai panduan etika dan landasan moral yang menjiwai kehidupan masyarakat khususnya asn kota cimahi," bebernya.

    Ia mengharapkan, peran masjid di Cimahi bisa berjalan sebagaimana mestinya. Masjid sebagai rumah pergerakan kebaikan, syiar dan bengkel akhlak. Sekaligus sebagai tempat untuk mengecharger keimanan dan ketakwaan.

    Oleh karenanya, kata dia, agar fungsi masjid dapat optimal, maka pengelolaan atau manajemen masjid harus dilakukan dengan cara-cara yang profesional. Seiring dengan perkembangan zaman dan derasnya globalisasi, masjid diharapkan tidak hanya sekedar sebagai pusat tempat ibadah ritual saja (vertikal), tetapi juga ibadah sosial (horizontal).

    Ia menjelaskan, mesjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat sholat saja, akan tetapi juga berfungsi sebagai tempat pendidikan dan pemberdayaan umat guna membentengi umat dari penyakit sosial yang dirasakan semakin berkembang seiring dengan semakin pesatnya kemajuan di bidang iptek, terutama dari budaya yang tidak islami seperti pornografi, pornoaksi maupun dampak media sosial negatif lainnya.

    "Oleh karenanya, dalam kontek pembangunan di Kota Cimahi saat ini, peranan, kepeloporan dan kontribusi pengurus/dkm dalam menghidupkan dan memberdayakan masjid sangat diperlukan, baik dalam menumbuhkembangkan keshalehan sosialmaupun dalam mensikapi permasalahan umat lainnya yang semakin kompleks,” jelas Sudiarto.

    Sudiarto mengajak semua ASN Kota Cimahi dapat memanfaatkan dengan sebaik-baiknya masjid ini sebagai tempat ibadah, pembinaan umat dan pusat peradaban islam, karena masih banyaknya masalah yang berkaitan dengan moral umat dan bangsa ini yang sangat memprihatinkan, seperti halnya ancaman terorisme, kekerasan, polaritas melalui ujaran kebancian (hate speech) dan fitnah (hoax) dan kerusakan lingkungan.

    "Maka sejatinya masjidlah yang harus menjadi fokus pembinaan dan kajian. Dan seluruh umat Islam harus terus berupaya untuk mengembangkan eksistensi masjid, memakmurkan masjid dengan cara merubah mindset bahwa semua mu’min adalah da’i di berbagai urusan," jelasnya.

    Dalam kesempatan tersebut, dia mengajak semua pihak terutama kaum muslimin muslimat untuk kembali ke masjid. Menjadikan rumah Allah ini sebagai rumah perbaikan akhlak dan pada akhirnya membawa semangat pada perbaikan dalam kehidupan.

    "Mari kita berkolaborasi dalam mewujudkan masyarakat kota cimahi menjadi lebih religius dan masjid harus menanamkan bahwa islam adalah universal, mulai kehidupan sehari-hari sampai dengan urusan politik," tutup Sudiarto. [jek]



meikarta.. the world of ours