• Headline

    Syaikhu akan Intensif Komunikasi dengan Gerindra

    Oleh : Dea Andriyawan13 September 2017 17:47
    INILAH, Bandung - Kandidat Calon Wakil Gubernur Jawa Barat dari PKS Ahmad Syaikhu menanggapi pernyataan Ketua DPD Gerindra Jawa Barat yang menyatakan Partai Gerindra menrik dukungan terhadap pasangan Deddy Mizwar-Ahmad Syaikhu di Pilgub Jabar 2018.

    Syaikhu menyatakan, hingga kini dirinya maupun PKS belum menerima pernyataan resmi terkait penarikan dukungan dari Gerindra yang sebelumnya telah dideklarasikan oleh kedua partai pada 17 Agustus 2017 lalu.

    Syaikhu yang juga menjabat sebagai Ketua DPW PKS Jawa Barat menyebutkan pengusungan dirinya dan Deddy Mizwar oleh PKS dan Gerindra sudah menjadi ranah keputusan DPP PKS dan Gerindra. Sehingga seharusnya informasi terkait Pemilihan Gubernur adalah kewenangan pusat.

    "Ini sudah ranah DPP PKS dan Gerindra. Artinya, tidak lagi menjadi ranah DPW PKS maupun DPD Gerindra Jabar. Sehingga, saya serahkan saja kepada DPP. Saya juga belum menerima informasi pencabutan dukungan, baik dari PKS maupun Gerindra pusat," tegas Syaikhu saat dihubungi melalui telepon selulernya, Rabu (13/9/2017).

    Untuk itu, Syaikhu hingga kini masih memegang keputusan pengusungan dirinya untuk mendampingi Deddy Mizwar berdasarkan keputusan yang didapat pada pertemuan antara Ketua Majelis Syuro PKS Salim Assegaf Aljufri dan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto di hadapan dirinya dan Deddy Mizwar langsung.

    "Kita sudah bersalaman. Bahkan, saya dengar informasi dari presiden (Presiden PKS Sohibul Iman) bahwa hari Sabtu kemarin, sebelum Ketua DPD Gerindra Jabar mengeluarkan statemen itu (penarikan dukungan), Pak Prabowo kembali menegaskan, mengukuhkan dukungan terhadap Deddy Mizwar dan Ahmad Syaikhu di Pilkada Jabar," katanya.

    Selain itu, ia menegaskan meskipun telah tersiar kabar penarikan dukungan kepadanya oleh Ketua DPD Gerindra Jabar, namun pihaknya yakin persekutuan yang telah dibangun PKS dan Gerindra akan tetap solid untuk menyongsong Pilgub Jabar 2018.

    "Insya Allah (tetap terjaga baik) karena saya dengar langsung dari ucapan Pak Prabowo, bahwa tidak semudah itu kemudian akan terjadi perubahan, saya masih pegang pernyataan itu," katanya.

    Ia pun menanggapi pernyataan lanjutan yang disangkakan kepadanya dan Demiz yang dianggap tidak serius dan tidak melakukan upaya dalam rangka pemenang Pilgub Jabar.

    Menurut Syaiku, pernyataannya yang kemudian dipersoalkan Mulyadi itu sebenarnya hanya kutipan dan tidak utuh. Dia menegaskan, tak ada keraguan untuk bertarung di Pilgub Jabar 2018.

    "Pernyataan itu dipotong. Memang saya di Bekasi sudah banyak dikenal. Tapi sebagai kader, ketika partai mengamanatkan itu (maju ke Pilgub Jabar), ya saya samina waatona, saya akan berjalan, insya Allah," tegas Syaikhu.

    Hal yang harus diketahui lanjut Syaikhu, dirinya telah merancang agenda konsolidasi yang akan digelar di 27 kabupaten/kota di Jabar dalam rangka menjalankan amanat partainya itu.

    "Pokoknya, fokus kami konsolidasi internal, soliditas struktural, kemudian kita masifkan mesin partai untuk segera bergerak demi kemenangan Pilgub Jabar dan pilkada di 16 kabupaten/kota," tegasnya.

    Ia pun memastikan dirinya merasa tak terganggu oleh informasi penarikan dukungan Gerindra kepada pasangan Deddy Mizwar-Ahmad Syaikhu yang digulirkan Ketua DPD Jabar Mulyadi.

    "Kita tidak akan terganggu lah (polemik penarikan dukungan). Kita juga akan coba tingkatkan intensitas komunikasi (dengan Gerindra Jabar)," pungkasnya. [ito]



meikarta.. the world of ours