• Eks Kadis DPMPTSP Kota Bandung Dituntut 1,5 Tahun

    Oleh : Ahmad Sayuti13 September 2017 19:28
    INILAH, Bandung- Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Bandung menuntut mantan Kadis Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bandung hukuman 18 bulan penjara, denda Rp 50 juta subsider kurungan satu bulan.

    Hal itu dibacakan jaksa dalam sidang tuntutan kasus Pungli di DPMPSP Kota Bandung, yang digelar di ruang 2 Pengadilan Tipikor pada PN Kelas 1A Bandung, Jalan RE Martadinata, Rabu (13/9/2017).

    Dandan yang mengenakan kemeja putih lengan panjang tampak kusyuk mendengarkan penuturan JPU Melur Kimaharandika dalam sidang yang dipimpin Hakim Tardi.

    Dalam tuntutannya, Melur menyatakan, terdakwa Dandan terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi berupa pungutan liar (Pungli) sebesar Rp 63,9 juta, sebagaimana jerat dakwaan alternatif ke tiga, yakni pasal 11 UU Tipikor.

    "Menuntut terdakwa hukuman satu tahun, enam bulan, denda Rp 50 juta, subsider kurungan satu bulan," katanya.

    Atas tuntutan tersebut Dandan dan tim kuasa hukumnya siap mengajukan pledoi pada 25 September 2017. Sementara lima terdakwa lainnya slam kasus yang sama, masih disidangkan.

    Dalam dakwaannya tim JPU Kejari Bandung, M Fakhrurozi menyatakan para terdakwa terbukti menerima uang dari para pemohon perizinan di lingkungan DPMPTSP Kota Bandung, dengan total Rp 63,9 juta.

    "Total uang yang terbukti dari hasil Pungli Rp 63,9 juta," katanya di persidangan.

    Uang senilai tersebut, rinciannya Rp 56 juta untuk kepengurusan Surat Izin Usaha Pariwisata (SiUP), pengurusan HO dan lainnya.

    Atas perbuatannya para terdakwa dijerat pasal 12 huruf b atau 12 hurup B, kemudian pasal 11 atau pasal 5 ayat (2) UU No. 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU No. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

    Kuasa Hukum Dandan, Efran Helmi menyebutkan total uang dari Saber Pungli hanya Rp 63,9 juta.

    "Jadi tidak benar statment awal adanya uang Rp 1 milliar satu minggu. Kita sama-sama menyimak bahwa jumlah keseluruhan dari saber pungli hanya Rp 63 juta," katanya usai persidangan.

    Menurutnya, semua uang itu berasal dari para pemohon yang mengajukan izin, dan Dandan sama sekali belum pernah berhubungan dengan para pemohon tersebut.

    Jadi, lanjutnya, para pemohon perizinan itu ada yang memberikan Rp 2 juta hingga Rp 5 juta bervariasi besarannya. Kemudian semua uang tersebut dikumpulkan.

    "Nah, apa tujuannya dan buat apa dikumpulkan nanti akan kita buka," ujarnya.



meikarta.. the world of ours