• Headline

    4 Balon Bupati KBB PDIP Jalin Kesepahaman

    Oleh : Fuad Hisyamudin13 September 2017 19:59
    INILAH, Bandung-Empat bakal calon Bupati / Wakil Bupati Kabupaten Bandung Barat (KBB) dari kader Partai Persatuan Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), yakni Pamriadi, Aa Umbara, Yayat T Seomitra dan Udis Supriatna berkumpul Rabu (12/9/2017).

    Pertemuan berlangsung sekitar 2 jam. Dalam beberapa bulan ini, keempat kandidat tersebut kerap bersitegang dalam demi mendapatkan tiket dari DPP PDIP.

    Sebagai informasi, selain keempat nama tersebut di atas, masih ada dua kandidat lain. Keduanya adalah Elin S Abubakar dan Maman S Sunjaya. Dua nama incumbent ini tak kalah massif melakukan kampanye.

    PDIP Sendiri merupakan partai yang menjadi primadona. Pasalnya, partai penguasa di KBB ini ikut menentukan konstelasi politik. PDIP di KBB terus sebagai jawara sepanjang KBB berdiri.

    Sementara beberapa hari lalu, organ partai PDIP yakni Banteng Muda Indonesia (BMI) KBB telah mendaklarasikan dukungan kepada Elin (istri Bupati Abubakar) dan Maman (Sekda KBB) dalam pencalonan Bupati dan Wakil Bupati Bandung Barat periode 2018-2023 nanti.

    Maman yang saat ini berstatus sebagai aparatur sipil negara ini sempat menjadi buah bibir lantaran fotonya viral sedang memakai seragam BMI.

    Aa Umbara yang menjadi juru bicara usai pertemuan itu menjelaskan pihaknya telah bersepakat untuk membesarkan partai banteng.

    "Kami tidak ada kaitannya dengan itu (BMI). Tidak ada hubungannya sama sekali. Kebetulan kami sering bertemu. Kami berteman. Tidak ada pengaruhnya pada pertemuan itu atas dukungan mereka," kata Aa Umbara, kepada wartawan di Masone Pine Hotel, Rabu (13/9).

    Aa menjelaskan, rekomendasi dari DPP dan deklarasinya BMI tidak ada kaitannya. Karena urusan rekomendasi bukan hanya berada di DPC atau di DPD, namun merupakan kewenangan dari DPP.

    Adapun organsisasi, katanya, idealnya membawa kesejukan bagi kemajuan partai. "Jangan bikin kegaduhan. Paket itu ditentukan DPP. Kita tidak memaketkan begini begitu," jelasnya.

    Ia menjelaskan, empat orang yang hadir dan dua orang lainnya yakni Elin-Maman, merupakan bakal calon bupati dari PDIP yang sudah melakui mekanisme jelas. "Kami yang enam orang sudah melalui fit and proper test," katanya.

    Semua kandidat ini, kata dia, sudah melalui berbagai mekanisme yang ditentukan partai. Sejak melalui pendaftaran, verifikasi, hingga penjaringan telah dilalui bersama.

    Adapun deklarasi dukungan seperti yang dilakukan BMI, ia menjelaskan, hal tersebut adalah wajar. "Sah sah saja. Saya tidak tahu bagaimana internalnya," kata Aa.

    Ia mengaku lebih objektif. Siapa pun yang akan diusung oleh DPP PDIP nanti, Aa menegaskan, para kandidat yang sudah mendaftar sudah sepakat untuk bisa memenangkan Pilkada KBB.

    "Berpikirnya di PDIP tetap penguasa di KBB. Siapapun yang diusung, harus bisa memenangkan PDIP, menang telak Pilgub, Pileg dan Pilpres," katanya.

    Tentang tanggapan deklarasi dari ketua BMI, Aa menyinggung datar. Kata dia, bisa dibicarakan dengan baik. "Bukan siapa. Kalau ada maunya bisa dibicarakan. Kita berkumpul jangan sampai bikin kegaduhan," jelasnya.

    Ketua BMI KBB Fajar Taufik mengatakan, alasan dukungan menduetkan pasangan petahana karena di antara keduanya bisa membangun camistry. Lagipula keduanya berproses mendaftarkan diri dari partai bermoncong putih ini.

    "Kenapa kami hanya mendukung pasangan ini, karena kami BMI dari awal intens berkomunikasi dengan keduanya. Makanya kami kawal terus keduanya sampai tingkat pusat," ujar Fajar Taufik, usai deklarasi di Ngamprah, Selasa (12/9).

    Ia mengakui, deklarasi dukungan ini memang tidak akan membawa rekomendasi dari DPP PDIP. Kata Opik, BMI sudah menyadari bahwa kewenangan menentukan siapa kandidat yang akan diusung berada di Jakarta.

    Namun, dia menyebutkan, deklarasi ini merupakan ikhtiar organisasinya agar rekomendasi dari DPP PDIP dapat dipertimbangkan. Ia menegaskan, pihaknya akan pantang menyerah mendukung kandidat yang didukung.

    "Organisasi ini dibina untuk bekerja membesarkan partai. Perkara hasilnya tidak sesuai harapan, itu tidak menjadikan persoalan bagi BMI. Karena hingga saat ini masing-masing kader partai yang mendaftarkan diri dalam pencalonan tersebut masih dalam berproses," tegasnya.

    Ia mengungkapkan, sebagai referensi pertimbangan mengapa rekomendasi perlu diberikan kepada ELin dan Maman, pihaknya menyampaikan 900-an bukti dukungan dari berbagai komponen masyarakat untuk pasangan Elin-Maman. [ito]