• Aher: Masyarakat Jangan Takut Terjun di Usaha Skala Besar

    Oleh : dea13 September 2017 20:16
    INILAH, Bandung - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengatakan, saatnya umat Islam di Jawa Barat tidak takut untuk memulai bergerak merambah dunia perekonomian di tingkat makro, seperti terlibat
    pada perekonomian perindustrian, sumber daya alam dan perdagangan internasional.

    "Kita jangan takut, dalam sepuluh pintu rezeki yang Allah berikan, sembilan di antaranya adalah wirausaha, saudagar, satu pintunya macam-macam," kata Aher sapaan akrab Gubernur saat memberikan sambutan pada acara Rakernas MEK dan Silaturahim Keja Nasional Jaringan Saudagar Muhammadiyah, Kota Bandung, Rabu (13/9/2017).

    Saat ini lanjut Aher, masyarakat Jawa Barat tengah merangkak merambah dunia wirausaha, pasalnya tren yang terjadi di masyarakat saat ini adalah berebut untuk menjadi pegawai, salah satunya adalah Pegawai Negeri Sipil (PNS).

    Padahal kata Aher, sebagai muslim, sangat baik jika dalam kehidupan mampu menjadi pengusaha sukses untuk mendorong perekonomian umat. Bagaimana dalam syariat Islam, diwajibkan setiap muslim untuk berinfak dan bersedekah, sehingga semakin banyak muslim yang perekonomiannya baik, maka dana untuk fakir miskin akan semakin banyak.

    Untuk itu, ia mendorong masyarakat untuk memanfaatkan program pemerintah terkait kewirausahaan sehingga mampu menciptakan generasi-generasi saudagar muslim di masa yang akan datang.

    Di Jabar pun, kini masyarakat pelaku wirausaha terus menggeliat tumbuh. Sehingga hal tersebut menjadi tren positif untuk mendorong jumlah wirausahawan di Jabar terus meningkat.

    Pemprov Jawa Barat sendiri terus mendorong pengembangan wirausaha melalui berbagai program pelatihan dan pendidikan. Mulai 2013 lalu Jawa Barat telah mencetak hingga 60 ribu wirausaha baru dengan target akan ada 100 ribu wirausaha pada 2018.

    Upaya lainnya yaitu mempermudah akses keuangan, seperti melalui kucuran Kredit Cinta Rakyat (KCR) sejak 2011 lalu. KCR sudah mengucurkan kredit hingga Rp 385 Miliar dengan nasabah 13.400 orang dan melibatkan lebih dari 30.000 pekerja dari usaha-usaha yang dirintis para nasabah. [ito]