• Headline

    Bejat, Seorang Ayah di Bandung Perkosa Tiga Kali Anak Bungsunya

    Oleh : Ahmad Sayuti14 September 2017 14:02
    INILAH, Bandung- Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Sat Reskrim Polrestabes Bandung menciduk TDW (52), seorang ayah bejat yang tega memperkosa anak bungsunya lebih dari tiga kali.

    Aksi TDW terendus setelah UK (15) melaporkan insiden yang menimpanya kepada ibu Kos dimana dia tinggal bersam sang ayah. Dari situlah, kemudian polisi berhasil menciduk TDW di daerah Melong, Kecamatan Bandung Kulon, Minggu (10/9/2017).

    Kasat Reskrim Polrestabes Bandung, AKBP M Yoris Maulana Marzuki menyebutkan, korban bersama ayahnya memang tinggal satu kamar kos. Korban merupakan anak keempatnya, sementara kakak-kakaknya tinggal diluar kota.

    "Kita tangkap tersangka TDW setelah menerima laporan," katanya didampingi Kanit PPA Iptu Irrine Kania di Jalan Jawa, Kamis (14/9/2017).

    Akibat perbuatan bejat ayahnya ini, UK hingga sekarang masih trauma untuk bertemu laki-laki, apalagi saat melihat aayahnya. Pelaku dalam melakukan aksi bejatnya, memaksa korban dengan diancam dibunuh jika tidak melayani atau melaporkannya ke polisi.

    "Dari pengakuan pelaku sudah tiga kali dari April 2017. Tapi melihat trauma yang dialami korban, dipastikan lebih dari tiga kali," ujarnya.

    Di tempat yang sama, TDW mengaku menyesal telah memperkosa anak kandungnya yang diakuinya telah dilakukan sejak bulan April 2017 lalu atau sejak lima bulan ke belakang.

    "Saya khilaf, benar-benar saya khilaf," aku TDW.

    Pria yang kesehariannya mencari nafkah sebagai pekerja serabutan ini mengakui jika aksi bejatnya dilakukan karena pengaruh minuman keras oplosan yang rutin dibelinya.

    "‎Saya khilaf karena pengaruh ciu. Ya saya juga sudah lama enggak campur sama istri. Istri saya sudah meninggal lama," ujarnya.

    Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, TDW akan dikenakan pasal 81 junto 76 D dan atau pasal 82 junto 76 E Undang-undang RI No 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 15 tahun dan denda pling banyak Rp. 5 miliar. [jek]