• Walhi Nilai The MAJ Merusak Lingkungan

    Oleh : Yogo Triastopo14 September 2017 17:33
    INILAH, Bandung - Proyek pembangunan Apartemen The MAJ Collection di kawasan Ir.H Djuanda (Dago) Kota Bandung dinilai Wahana lingkungan hidup (Walhi) Jawa Barat sudah merusak lingkungan.

    Pembangunan apartemen di Bandung Utara tersebut, dikatakan Direktur Walhi Jabar Dadan Ramdan berpotensi menimbulkan bencana longsor. Tercatat, empat peristiwa longsor, terjadi dalam kurun satu tahun terakhir.

    "Seharusnya tidak menjadi bangunan, karena bisa merusak air bawah tanah, meskipun belum ada uji ukur dan mengganggu resapan," kata Dadan, Kamis (14/9/2017).

    Hemat dia, lahan tempat berdirinya Apartemen The MAJ sekarang baiknya difungsikan sebagai Ruang Terbuka Hijau (RTH) atau sebuah taman kota di mana banyak berdiri tumbuhan berkayu (pohon).

    Sebabnya, Kota Bandung sendiri, dinilai dia belum bisa memenuhi kuota yang telah ditentukan. RTH di Kota Bandung, baru mencapai 12 persen dari angka minimal idealnya yakni sebesar 20 persen.

    "Kita juga tidak pernah dilibatkan saat melakukan penyusunan Analisis dampak lingkungan (Amdal) dan lainnya. Ketika kita ke lapangan juga, ada warga yang merasa keberatan," ucapnya.

    Atas kondisi sekarang ini, ditegaskan Dadan, pemerintah kota tidak hanya berdiam diri. Pemerintah harus berani mengambil keputusan. Apalagi Kementerian Agraria Tata Ruang (ATR) menyebut bahwa The MAJ bermasalah.

    "Kalau berani, Pemkot Bandung membongkar dan mengembalikan seperti semula lahan tersebut karena sudah melanggar tata ruang. Kalau sesuai dengan aturan ya tidak menjadi masalah," ujar dia.