• Disdik Kab Bandung Minta Kendaraan Antar Jemput untuk Siswa

    Oleh : Rd Dani Rahmat Nugraha14 September 2017 18:20
    INILAH, Soreang - Untuk mengantisipasi anak putus sekolah dengan alasan lokasi sekolah yang jauh dari rumah, Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung akan membangun rumah singgah dan kendaraan antar jemput siswa.

    Kepala Disdik Kabupaten Bandung, Juhana mengatakan, sesuai dengan program Pemerintah Pusat dan Provinsi, bidang pendidikan harus ditunjang dengan sarana dan prasana yang memadai. Pemerintah menegaskan tidak boleh ada anak putus sekolah dengan alasan apapun.

    "Pemerintah memberikan keterangan soal adanya larangan anak putus sekolah. Sehingga kami akan mengajukan pengadaan kendaraan untuk antar jemput, yang akan dialokasikan di daerah-daerah terpencil," kata Juhana saat ditemui di Kantor Disdik Kabupaten Bandung, Soreang, Kamis (14/9/17).

    Dikatakan Juhana, sejak 2016 lalu Disdik Kabupaten Bandung sudah merencanakan membangun rumah singgah dan mengadakan kendaraan untuk antar jemput anak sekolah, khususnya di daerah terpencil. Namun, karena terkendala teknis jadi belum terlaksana.

    "Semoga program tersebut bisa terealisasi pada anggaran perubahan tahun sekarang. Rumah singgah dan mobilisasi itu, akan dibangun di daerah terpencil seperti di Kecamatan Rancabali, Kertasari dan pangalengan," ujarnya.

    Menurut Juhana, hal itu menjadi program Disdik Kabupaten Bandung karena sesuai dengan program Pemerintah Pusat yang mewajibkan anak usia sekolah harus mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM). Nantinya, tidak ada alasan lagi anak putus sekolah karena alasan rumah tinggalnya jauh dari lokasi sekolah.

    "Dengan adanya kendaraan antar jemput, nanti bisa memudahkan anak yang rumahnya jauh dari sekolah. Dan rumah singgah juga yang dibangun dekat sekolah,"ujarnya.

    Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Bidang SMP di Disdik Kabupaten Bandung, Junjunan menambahkan, pembangunan rumah singgah dan pengadaan kendaraan antar jemput memang sangat dibutuhkan masyarakat yang ada di daerah terpencil.

    "Kendaraan antar jemput akan menyisir anak sekolah dan rumah singgah diperuntukkan bagi anak yang jarak rumahnya dengan lokasi sekolah sangat jauh. Semoga program tersebut bisa terealisasi tahun sekarang," katanya.

    Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Bandung, Tedi Surahman, mengapresiasi program yang diajukan Disdik tersebut. Menurutnya, pengadaan kendaraan sekolah itu ditujukan untuk warga di daerah pinggiran yang terkendala aksesibilitas antara tempat tinggal dengan sekolah. Sehingga bisa mengatasi masyarakat miskin yang tidak sekolah dengan alasan jauhnya jarak dari rumah ke sekolah.

    "Pasti kami menyetujui program pengadaan bus sekolah, apalagi diperuntukan bagi masyarakat daerah terpencil yang terkendala aksesibilitas,"katanya. [ito]