• Cimahi Bisa Dijadikan Gambaran Kecil Indonesia

    Oleh : Fuad Hisyamudin19 September 2017 21:58
    INILAH, Cimahi-Jangan melihat wilayahnya yang kecil mungil 15,54 mi² atau hanya sekitar 48,42 km². Dengan memiliki 3 kecamatan dan jumlah penduduk mencapai 600 ribu jiwa, Kota yang tahun 1935 ditetapkan hanya sebuah kecamatan itu justru bisa menjadi miniatur republik ini.

    Iya. Di Kota Cimahi yang sempit itu hidup sejumlah agama dan kepercayaan, berbagai suku budaya dan berbagai karakter kepribadian yang mewakili orang Indonesia. Selain banyaknya pusat pendidikan tentara, di Cimahi ini juga terbuka kehidupan untuk para pendatang baik berprofesi sebagai pedagang, menuntut ilmu hingga berwirausaha.

    "Cimahi bisa dibilang gambaran kecil dari Indonesia, karena hampir semua suku ada di Indonesia bahkan para pendatang ini bisa berbaur dengan para warga yang lebih dahulu tinggal di Cimahi ini," ungkap Wakil Wali Kota Cimahi Sudiarto, dalam kegiatan Deklarasi Damai dalam upaya memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa khususnya di Kota Cimahi, di Pendopo DPRD Kota Cimahi Jalan Dra Djulaeha Karmita, Selasa (19/9/2017).

    Kegiatan yang juga merupakan bagian dari respon solidaritas atas bencana kemanusiaan yang dialami warga Rohingnya Myanmar ini diikuti sejumlah tokoh lintas agama dari Islam, Kristen, Katolik, Budha, Hindu dan Konghucu. Para aktivis forum kerukunan umat beragama (FKUB) ini ingin menyiapkan benteng pertahanan persatuan dan kesatuan dengan kegiatan tersebut.

    Sudiarto menjelaskan, Kota Cimahi sejak awal selalu kondusif meskipun banyak perbedaan yang ada. Seperti semangat bhineka tunggal ika, meskipun berbeda-beda namun memiliki satu tujuan untuk saling menjaga persatuan.

    "Cimahi telah dianggap sebagai rumah sendiri, ini bisa dibuktikan warga pendatang yang bisa berbahasa sunda dengan halus, lebih halus daripada orang sunda. Ini membuktikan juga bahwa kota cimahi merupakan bagian indonesia tanpa memandang suku, agama dan ras, sehingga terjalin kebersamaan," bebernya.

    Kita sebagai anak bangsa, sambungnya, tentu harus ikut berperan dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Nilai-nilai persatuan dan kesatuan dapat kita amalkan melalui hubungan yang harmonis antar umat beragama. "Toleransi antar umat beragama harus kita junjung tinggi," imbuhnya.

    Lebih jauh dia mengatakan, nilai-nilai persatuan dan kesatuan yang lainnya dapat kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari, misalnya menghormati keragaman suku dan agama. Tidak saling mengejek dan menjelek-jelekkan salah satu suku dan agama lain. atau dengan menghargai pendapat yang berbeda-beda.

    "Perbedaan bukanlah merupakan kendala bagi perbedaan itu sebagai kekayaan bangsa kita. Perbedaan dapat kita satukan dengan semangat persatuan dan kesatuan," ujarnya.

    Ia memisalkan dengan para pendiri bangsa ini. Pejuang kita, sambungnya, saat berjuang tidak mengedepankan perbedaan dalam memperebutkan kemerdekaan Indonesia. Hasilnya luar biasa, semangat perjuangan bangsa Indonesia untuk merdeka tidak pernah padam, perbedaan yang ada, perlu kita hargai, agar tercipta persatuan dan kesatuan bangsa.

    "Persatuan dan kesatuan akan menciptakan kerukunan hidup, mempererat hubungan kekeluargaan, dan memperkokoh rasa cinta tanah air," tuturnya.

    Dalam kesempatan tersebut, dia mengajak kepada seluruh masyarakat yang ada di Kota Cimahi untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya persatuan dan kesatuan bangsa dengan ikut berpartisipasi mewujudkan kondisi yang kondusif di dalam masyarakat yang dinamis dan beraneka ragam adat, budaya dan agamanya.

    "Kepada seluruh aparatur pemerintah Kota Cimahi, para camat, para lurah dan dari Forkopimda Kota Cimahi, untuk berupaya mempererat tali silaturahmi dengan tokoh-tokoh agama, pemuka-pemuka masyarakat dan para sesepuh agar dapat berdiskusi mencari solusi terhadap kondisi yang menghangat terkait isu sara," ujarnya.

    Sebagai informasi, acara yang berlangsung khusuk itu tidak hanya sekedar deklarasi seremonial. Seluruh tokoh agama yang hadir saat itu menandatangani lembaran peryataan sikap untuk ikut berkomitmen menjaga persatuan dan kesatuan.

    Selain dihadiri Wakil Wali Kota Cimahi Sudiarto berserta pejabat Pemkot Cimahi, acara ini juga ikut disaksikan Kapolres Cimahi AKBP Rusdy Pramana Suryanagara, Kepala Kejari Cimahi Harjo, Kasdim 0609/Kab Bandung Mayor Inf Dedi Bermana Roza dan perwakilan legislatif serta tokoh masyarakat lainnya.