• Headline

    Emil Coba Mobil Listrik Karya Itenas EVHERO

    Oleh : Asep Pupu Saeful Bahri15 November 2017 12:58
    INILAH, Bandung - Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil berharap pemerintah pusat memberikan dukungan penuh untuk menyempurnakan Electric Crossover EVHERO, mobil listrik hasil karya Institut Teknologi Nasional (Itenas) Bandung.

    Emil, panggilannya, menuturkan bahwa mobil listrik buatan anak negeri ini merupakan salah satu solusi untuk mengurangi polusi. Tidak seperti yang dihasilkan dari pembakaran bahan bakar dari mobil konvensional pada umumnya.

    "Pemkot Bandung akan mendukung secara lokal sebisa mungkin. Harusnya pemerintah pusat mendukung teknologi ramah lingkungan udara bersih. Kalau didukung secara politis, akan merevolusi kendaraan di Indonesia ramah lingkungan," kata Emil usai meresmikan peluncuran EVHERO di Kampus Itenas, Jalan Phh. Mustopha, Bandung, Rabu (15/7).

    Diharapkan Emil EVHERO bukan hanya sebatas penelitian saja, dan berakhir di garasi karena mobil listrik tidak berlanjut dikembangkan.‎‎ "Nanti difollow up, minimal‎ bisa wara-wiri di jalanan Kota Bandung,"‎ tegasnya.

    ‎Emil menegaskan kehadiran EVHERO juga sebagai pembuktian bagi pemerintah Indonesia bahwa Sumber Daya Manusia (SDM) dalam negeri juga bisa unggul dalam pengembangan teknologi.

    "Membuktikan bahwa teknologi anak bangsa sudah siap, dibikin prototipe, dan karya anak bangsa ini menjadi tuan rumah di negeri sendiri," jelasnya.

    Emil mendapat kesempatan untuk mencoba langsung mengendarai EVHERO. Menurutnya, kendaraan listrik tersebut mempunyai kualitas mumpuni untuk digunakan sehari-hari.

    "Saya stir stabil, tidak ada masalah, nyaman, kelebihannya saya coba, tidak hanya kagumi teori, gak ada bedanya dengan mobil lain bahkan suaranya tidak ada, betul-betul silent,"‎ ungkapnya.

    Agar EVHERO bisa diterima oleh masyarakat, lanjut Emil, diperlukan dukungan besar di pelbagi sektor. Aspek yang paling menonjol adalah sokongan modal dan regulasi pemerintah soal peredaran mobil listrik hasil dalam negeri.

    "Next step untuk diproduksi skala massal butuh kapitalisasi besar dan peraturan mendukung, dukungan industri juga penting," pungkasnya. [ito]

    Tags :
    # #


    Berita TERKAIT