• Istri Menolak Berhubungan, Adik Ipar Sasaran Pembunuhan

    Oleh : Fuad Hisyamudin06 Desember 2017 19:04
    INILAH, Bandung-Dini hari itu Ngalibowo terlihat menahan amarah. Sebabnya, istri pria pensiunan Brimob usia 70 tahun itu menolak untuk berhubungan intim.

    Tapi apa dinyana, adik iparnya, bernama Muhammad Amir (47) menjadi sasaran. Dengan alasan cemburu pada sang adik, pembunuhunan dengan 25 adegan itu terekam jelas.

    Demikian rekonstruksi yang digelar Kepolisian Sektor Lembang dan Resort Cimahi, dalam kasus pembunuhan Desa Jayagiri Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat (KBB), Rabu (6/12/2017).

    Adegan-adegan yang terjadi dini hari di awal bulan November lalu itu menjadi perhatian ratusan warga. Petugas kepolisian pun turut menjaga ketat proses rekonstruksi tersebut.

    Terpantau, reka ulang yang dimulai sekitar pukul 10.00 WIB itu menjadi tontonan warga. Sebelum rekonstruksi, warga sudah menyemut.

    Saat tersangka datang di loaksi, sorakan dan caci maki terlampiaskan. Anggota keluarga terlihat emosi dan sebagian warga tak kuasa menahan amarah.

    Untunglah polisi sigap. Beberapa bogem yang akan dilayangkan kepada tersangka berhasil diredam. Hampir satu jam berjalan, rekonstruksi itu berjalan lancar dengan menghasilkan 25 dokumen adegan.

    Kapolsek Lembang Kompol Rahmat Lubis menjelaskan, pembunuhan tersebut bermula akibat istri tersangka menolak diajak berhubungan intim. Sehingga menyulut kecemburuan tersangka yang selama ini berpikiran buruk pada adik iparnya.

    "Ini ada dua puluh lima adegan untuk rekonstruksi terkait kasus ini. Tersangka menggunakan besi berukuran 60 centimeter," ujarnya seusai menggelar rekontruksi, Rabu (6/12).

    Dijelaskan, rekontruksi kasus pembunuhan MA (47) oleh tersangka N (70) terjadi hari Sabtu, 04/11/2017 lalu. Reka ulang digelar di TKP yang merupakan rumah keluarga korban, di Kampung Barulaksana RT 03/01 Desa Jayagiri Lembang KBB.

    Sebanyak 25 adegan, kata dia, sudah sesuai dengan kejadian. Ada beberapa adegan di luar rumah, seperti ketika kedua anak tiri bersama istrinya meminta pertolongan warga untuk meminta perlindungan agar terhindar dari amukan tersangka.

    Namun, kata dia, ada adegan tersangka yang hendak kabur setelah melakukan perbuatan sadisnya. Adegan ini tidak dapat diperagakan, mengingat banyaknya warga yang menyaksikan merasa geram terhadap tersangka.

    "Ini sesuai dengan kejadian semua ada di sini, kalau di luar beberapa, ada dua atau tiga tapi kurang kondusif kita adegankan di dalem saja," bebernya.

    Ia mengungkapkan, selama ini korban kerap difitnah melakukan hubungan intim dengan istrinya berinisial SM (49). Penganiayaan yang berujung pada kematian itu dilatarbelakangi cemburu.

    "Ya, jadi ini motifnya cemburu. Memang sudah dendam ya selama ini," katanya.

    Memang, motifnya ada rasa cemburu tersangka kepada adik iparnya. Selain itu, tersangka juga selama ini menaruh dendam kepada korban.

    Terlihat dalam reka ulang, pelaku membabi buta memukul kepala adik iparnya yang pada saat itu sedang terlelap di tengah rumah.
    "Tersangka N dan korban MA tinggal di rumah keluarga tersebut sejak lebaran 2017 lalu," katanya.

    Lebih jauh dia menjelaskan, pihaknya akan melampirkan hasil pemeriksaan kejiwaan tersangka karena memang sebelumnya tersangka telah diperiksa ahli psikiater terkait kejiwaannya.

    Sebagai ganjaran atas perbuatan tersangka, tersangka dikenakan pasal berlapis, Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan dengan hukuman penjara maksimal 15 tahun dan Pasal 351 ayat (3) KUHP tentang Penganiayaan yang mengakibatkan Kematian dengan ancaman hukuman penjara maksimal 7 tahun.

    Sementara itu, sejumlah anggota keluarga dan masyarakat yang menyaksikan pembunuhan itu berharap, tersangka dihukum seberat-beratnya. [jek]