• Headline

    PKB Usulkan Wakil Emil Harus Pandai Urus Desa

    Oleh : Asep Pupu Saeful Bahri07 Desember 2017 18:20
    INILAH, Bandung - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menanggapi santai perihal langkah Ridwan Kamil untuk melakukan konvensi guna memilih calon pasangannya maju di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Barat 2018. Berbeda dengan Partai Golkar dan PPP yang secara terang-terangan mendesak agar kadernya diputuskan sebagai calon wakil gubernur.

    Menurut Huda, konvensi calon wakil tersebut hanyalah sebuah salah satu medium guna menjajaki kecocokan dan kebutuhan dari sosok Emil (panggilan Ridwan Kamil). Sebab, kata dia, pada akhirnya nanti Emil tetaplah harus menentukan satu pilihan saja.

    Oleh karenanya, Huda tidak akan memberikan tekanan apapun kepada Emil. Bahkan, sekalipun diakhir nanti dia sendiri yang diusung oleh partai untuk maju sebagai wakil nyatanya tidak terpilih, PKB akan tetap memberikan dukungannya kepada Emil.

    "Kami sih menghimbau karena ini sudah pilihan kita bersama, tidak ada istilah cabut mencabut dukungan, kita koalisi, kalau kita PKB sudah komit siapapun yang dipilih tetap mendukung Kang Emil‎," kata Huda di Jalan Bukit Pakar Dago, Bandung, Kamis (7/12).

    ‎Justru Huda mengingatkan kepada Emil agar mencari pendamping yang sesuai dengan visi-misinya, dan tidak memberikan dampak negatif. Sehingga, bisa membuat Emil nyaman apabila sampai memenangi kontestasi di Pilgub Jawa Barat 2018.

    "Pengalaman panjang kenyamanan gubernur memilih wakil sanhat penting, karena menentukan corak kepemimpjnan ke depan, ‎kalau tidak clear kan memgkhawatirkan,"‎ imbuhnya.

    Huda hanya meberi saran kepada Emil agar mengambil calon pendamping yang sangat memahami seluk beluk pedesaan. Sebab, menurutnya Emil sudah sangat fasih menangani persoalan perkotaan.

    Selain itu, lanjut Huda, mayoritas pemilih dan demografi di Jawa Barat ini dihuni oleh masyarakat pedesaan. Sehingga, basis pengutan desa yang dilakukan Emil menjadi nilai tambah untuk mengurus Jawa Barat.

    ‎"Kalau kang Emil tehnokratis carilah yang aktivis, kalau kang Emil suka menata kota cari temen yang bisa menata desa. Saya berharap kang Emil konsentrasi konsolidasi di pedesaan, karena di Jabar hampir 70 persen itu hamparan desa bukan hamparan kota, dan kedua itu hampir 60 persen pemilih di desa, komposisi jumlah penduduk juga juga sama, dan kesejahteraan juga lokusnya di desa," bebernya.

    Berbeda dengan partai anggota koalisi lainnya yang saling menekan, justru Huda tidak segan-segan menyebut Uu Ruzhanul Ulum, calon wakil gubernur yang disodorkan oleh PPP sebagai salah satu sosok kompeten untuk mendampingi Emil.

    ‎"Kang Uu klaimnya desa juga, Kang Saan (Mustopha) anaknya aktivis. Kalau ga ada aktivisnya ga ada yang bisa merangkul orang, ga ada yang bisa ajak konsolidasi," ujarnya.

    Huda juga sudah menjalin komunikasi dengan para petinggi partai yang mengusung Emil untuk segera berkumpul guna melakukan musyawarah. Kemudian, meminta Emil untuk segera menentukan calon pendampingnya pada pertengahan Desember ini.

    "Kami berharap semua partai legowo dengan skema ini, musyawarah koalisi yang menjadi medium bisa menentukan kalau ngotot semua gak akan ketemu. Karena kita tidka menemukan mekanisme paling baik selain musyawarah koalisa termasuk bertanya kepada publik dengan representasi tokoh," pungkasnya. [jek]