• Gagal di Independen, Sylvariyadi Tunggu Dipinang Partai

    Oleh : Asep Pupu Saeful Bahri07 Desember 2017 19:47
    INILAH, Bandung - Sylvariyadi Rahman sudah gagal maju lewat jalur independen di Pemilihan Walikota (Pilwalkot) Bandung 2018. Kini dia menargetkan partai jika ada yang mau meminangnya untuk diusung sebagai wali kota ataupun wakilnya.

    Sebagai kekuatannya, Sylva mengaku sudah berhasil mengumpulkan 120 ribu kartu identitas yang berkomitmen menjadi pendukungnya. Namun menurutnya, saat penyerahan dukungan kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) dia mengalami kendala, karena baru berhasil memasukan data 80 ribu KTP‎.

    "Jadi ‎tanggal 29 (November) saya masih pede, setelah isya sedikit down karena gak bisa upload, baru bisa upload 80 ribu dari 120 ribu KTP. Saya data ‎fisik 115 ribu (KTP) dibuat empat rangkap nyampai dua mobil, tapi satu mobil lagi gak boleh masuk katanya sudah tutup," kata Sylva di Jalan Burangrang, Bandung, Kamis (7/12).

    ‎Modal kedua yang membuat Sylva percaya diri bisa tetap maju di Pilwalkot Bandung 2018 nanti, lantaran dia telah mengantongi konsep matang untuk mengatasi dua masalah di perkotaan. Yakni persoalan sampah dan solusi menekan angka pengangguran.

    "Pengangguran saya selesaikan satu periode, saya gak mau muluk-muluk, saya presentasikan angkanya. Catatannya, siap di industri dan jangan hanya pingin pakai dasi, ‎kalau gaji saya jamin UMR (Upah Minimum Regional)," tegasnya.

    Sementara untuk persoalan sampah, Sylva menyatakan siap bertanggung jawab mengurangi sampah di Kota Bandung dalam waktu dua tahun. Bahkan, dia mengklaim mampu menghemat pengeluaran Pemerintah Kota (Pemkot) ‎untuk jangka panjang.

    "Dua tahun selesai dalam artian bisa selalu bersih, polanya nanti kita buat. Bukan sekadar beli mesin, tapi ada polanya. Saya sudah punya alatnya, tinggal nanti disebar, alokasi di awal tapi menjadi investasi," jelasnya.

    Selebihnya, Sylva menyatakan kesiapannya secara fisik dan mental apabila ada partai yang meminangnya. Bahkan, dia mampu memenuhi jika mengharuskannya menjadi seorang kader.

    "Pertimbangan lain untuk di partai masih ada, seandainya ada partai yang mau bekerja sama, saya prinsipnya saya siap menghidupi partainya. Secara finansial siap mau gaji staf, rumah buat sekretariat, atau permintaan lainnya, secara karya saya siap," terangnya.

    Andai kata tidak ada satupun partai yang meminangnya, Sylva siap berkolaborasi untuk mengembangkan konsep yang dibuatnya. Dia akan mempe‎rsilahkan 120 ribu pendukung yang diklaimnya bebas memilih sesuai dengan hati nuraninya masing-masing.

    "120 ribu ini amanah orang per orang, setelah gagal mengucapkan permohonan maaf dan terima kasih, dan dipersilahkan memilih masing-masing. Kami sadar tidak bisa menggiring pada salah satu, karena yang saya suka, belum tentu mereka juga suka, ngalihin suara saya tidak punya hak," pungkasnya.[ito]