• Bandung Masih Punya PR 1.400 Hektar Kawasan Kumuh

    Oleh : Asep Pupu Saeful Bahri08 Desember 2017 12:50
    INILAH, Bandung - Hingga penghujung 2017 Kota Bandung masih memiliki 1.400 hektar kawasan kumuh. Kebanyakan, daerah yang terkesan kumuh ini terdapat di sekitar perlintasan kereta api.

    "Dari 16 ribu hektar luas Kota Bandung, 1.400 hektar diketahui masih kumuh, di sempalan kereta dan di sempalan lain sebagainya, dari 16 ribu hektar," kata Wakil Wali Kota Bandung, Oded M. Danial di Plaza Balai Kota, Jalan Wastukencana, Jumat (8/12).

    Oleh karenanya, Pemerintah Kota (Pemkot) pun terus berupaya mencari cara untuk mengurangi kesan kumuh tersebut. Salah satunya lewat penguatan perekonomian lewat dana bergulir dari program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) yang dikeluarkan melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

    Untuk program ini, Kota Bandung sendiri mendapat jatah paling banyak yaitu 49 kelurahan dari 71 ‎kelurahan se-Jawa Barat. Satu Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) di satu kelurahan berjumlah antara 10-20 orang.

    ‎"Alhamdulillah ada 49 kelurahan KSM yang mendapatkan bantuan dana investasi (BDI), setiap kelompok rata-rata mendapatkan sampai Rp 20 juta. Dananya sudah cair semoga bisa bermanfaat," tegasnya.

    Oded melihat sejumlah sektor potensial seperti kuliner, fashion, dan usaha kreatif lainnya mampu berkembang lebih besar lagi menjadi unit bisnis masyarakat yang bisa menghasilkan nilai ekonomi cukup tinggi.

    Apabila sudah menunjukkan hasil yang memuaskan, Oded berjanji bahwa Pemkot Bandung akan terus mengembangkan usaha KSM. Nantinya, sambung dia, usaha tersebut diharapkan bisa bertahan dan berjalan secara mandiri.

    "Kalau mereka berkembang Pemkot sebagai fasilitator mengembangkan lewat BDC (Bussines Development Center)‎. Nah kan BDC ini tugasnya mempromosikan, membina sampai mereka dapat perizinan dan segala macam," ungkapnya.

    Oded berharap dalam dua tahun ke depan penguatan sektor ekonomi ini bisa memberikan dampak untuk menekan luas kawasan kumuh di Kota Bandung.‎ "Targetnya mengupayakan tahun 2019 bisa mengurangi," tandasnya.[ito]