• Headline

    PPP Ajukan 3 Kriteria Calon Pendamping Emil

    Oleh : dea08 Desember 2017 12:58
    INILAH, Bandung- Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mengingatkan Calon Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil untuk mempertimbangkan sejumlah faktor dalam menentukan pendampingnya.

    Hal tersebut bukan semata-mata karena mengajukan kadernya, namun PPP menilai penting agar Walikota Bandung yang akrab disapa Emil tersebut tidak salah dalam memilih pasangan.

    Ketua Bidang Pemenangan Jawa Barat DPP PPP Dayat Hidayat mengatakan, dalam menetukan calon wakilnya, paling tidak Emil harus memerhatikan tiga faktor mendasar.

    Pertama kata dia, Emil harus nyaman dan cocok dengan figur tersebut karena akan membantunya dalam mengurusi Jawa Barat selama lima tahun selanjutnya, jika memang benar terpilih.

    "Harus ada political chemistry," kata dia di Bandung, Jumat (8/12/2017).

    Kedua, adalah sosok yang dipilih harus mampu melengkapi karakteristik kepemimpinan yang tidak dimiliki Emil.

    Dayat menyontohkan, jika Emil identik sebagai pemimpin yang memiliki keunggulan dalam menata kota, sudah seharusnya memilih calon wakil gubernur yang mampu dan terbukti berhasil membangun wilayah pedesaan.

    Calon wakil yang dipilih harus memiliki gagasan dan visi misi yang baik untuk memajukan desa.

    Selain itu, mengingat mayoritas warga Jawa Barat berpenduduk muslim, menurutnya sosok yang tepat harus memiliki kultur pesantren.

    "Ketiga, ya dilihat dari popularitas dan elektabilitasnya. Lihat dari hasil survei, atau lakukan survei sendiri kalau tidak percaya," katanya.

    Jika mengacu kepada ketiga faktor itu, PPP optimistis kadernya akan terpilih menjadi calon wakil gubernur untuk dipasangkan dengan Emil.

    Seperti diketahui, pada Pemilu Gubernur Jawa Barat 2018, partai berlambang kabah ini mengusung Uu Ruzhanul Ulum sebagai calon pendamping Emil.

    Dayat menyebut, Emil dan Uu memiliki kecocokan karena saling melengkapi satu sama lainnya. Perbedaan karakteristik di antara mereka menjadi modal utama agar mampu memenuhi kebutuhan masyarakat Jawa Barat akan sosok pemimpin yang ideal.

    Menurut Dayat, Emil pun telah mengakui adanya kecocokan dengan Uu, ketika berkunjung ke kantor DPP PPP di Jakarta saat penyerahan surat keputusan (SK) pengusungan Emil-Uu.

    Saat itu, lanjutnya, calon gubernur itu membenarkan merasa nyaman dengan Uu dari berbagai hal.

    Selain dari sisi kepribadian, kata Dayat, Emil pun menilai Uu sebagai sosok yang mampu menutupi kelemahan Wali Kota Bandung tersebut.

    "Emil menyebut dirinya sebagai teknokrat, yang lebih banyak berurusan dengan perkotaan. Sedangkan Pak Ridwan Kamil menilai Kang Uu mewakili kalangan santri yang selalu memperhatikan wilayah dari desa ke desa," katanya.

    Sehingga, menurut Dayat, keduanya sangat serasi untuk memimpin Jawa Barat karena memiliki kemampuan untuk membangun desa dan menata kota. "Saya sudah serasi dengan Pak UU. Ini pernyataan langsung dari mulut Pak Ridwan Kamil," katanya.

    Bahkan, Dayat menegaskan, kecocokan yang dirasakan Emil ini dituangkan dalam surat perjanjian yang ditandatangani Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal DPP PPP, serta Emil dan Uu saat penyerahan SK tersebut.

    "Saat itu Pak Ridwan Kamil telah merasa sangat nyaman dan cocok dengan Kang Uu. Bahkan dituangkan dalam kesepakatan di atas kertas yang ditandatangani semua," katanya seraya menyebut saat safari politik dengan PPP pun, Emil sering mengungkapkan kenyamanannya dengan Uu di depan publik.

    Selain karena adanya kecocokan dan kenyamanan, Dayat menilai, dari sisi popularitas dan elektabilitas pun Uu mengungguli calon wakil gubernur lainnya. Ini mengacu pada hasil beberapa lembaga survei yang diumumkan.

    PPP pun, lanjutnya, telah melakukan survei yang hasilnya tetap menyebut Uu sebagai calon wakil gubernur yang paling banyak dikenal dan dipilih responden. Tak hanya itu, Dayat pun menyebut Uu sebagai kandidat yang berpengalaman di pemerintahan.

    Menjabat Bupati Tasikmalaya dua periode menjadikan Uu tidak bisa diragukan lagi kualitas kepemimpinannya.

    "Jadi kalau harus obyektif, ya Kang Uu ini unggul dibanding calon lainnya. Jadi tidak salah kalau Pak Ridwan Kamil memilih Kang Uu," pungkasnya. [ito]