• Headline

    Disdik: Tak Ada Buku Kontroversial Yudhistira di Sekolah di Kab Bandung

    Oleh : Rd Dani Rahmat Nugraha14 Desember 2017 17:02
    Ilustrasi
    INILAH, Bandung- Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung menegaskan di semua sekolah di wilayahnya tidak ada yang menggunakan buku paket terbitan Yudhistira, yang di salah satu bukunya menyebutkan jika Ibu Kota Israel adalah Jerusalem.

    Tak adanya buku terbitan Yudhistira ini dipastikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Juhana.

    "Sudah lama kami tidak gunakan Yudhistira. Kalau beberapa waktu lalu memang pernah, tapi sejak beberapa tahun ini tidak pakai dari penerbit itu. Selain itu, sebelum buku buku dikirim ke sekolah, harus diperiksa atau dibaca isinya. Alhamdulilah sampai saat ini juga belum ada laporan soal buku itu,"kata Juhana saat ditemui di Gedung PGRI Kecamatan Katapang, Kamis (14/12/1).

    Selain itu, kata Juhana, pihaknya memiliki cara untuk mencegah beredarnya buku buku yang tak layak dibaca oleh siswa. Sebelum buku beredar, wajib dibaca dan dipelajari oleh tim Leader Reading Challenge (LRC).

    Tim ini memang ditugaskan untuk menelaah berbagai buku yang akan masuk ke sekolah. Sehingga kecil kemungkinan ada buku yang tidak layak masuk sekolah.

    "Mereka memang tugasnya membaca semua buku. Selain untuk memastikan kalau buku itu aman, tetapi memang mereka itu gemar membaca. Tak hanya itu saja, sebelum buku dibaca sama anak anak, lebih dulu harus dibaca oleh gurunya,"ujarnya.

    Bupati Bandung Dadang M Naser pun angkat bicara. Ia memerintahkan Dinas Pendidikan untuk menyisir semua sekolah di Kabupaten Bandung. Mengecek ulang semua buku yang biasa dibaca dan dipelajari oleh siswa.

    "Di Kabupaten Bandung enggak ada, itu Yudhistira kan di Jawa Timur. Kalau di sini sudah dipastikan enggak beredar. Tapi saya juga minta semua sekolah diperiksa lagi, dan kalau saja harus ditarik,"ujarnya.

    Menurut Dadang, pernyataan dalam buku IPS terbitan Yudhistira yang menyatakan bahwa Ibu Kota Israel adalah Jerusalem kesalahan yang fatal. Karena bertentangan dengan fakta fakta sejarah.

    Bahkan mengingkari nilai nilai kemanusiaan, di mana bangsa Israel melakukan pendudukan dan penjajahan terhadap tanah air bangsa Palestina.[ito]

    TAG :


    Berita TERKAIT