• Pilkada KBB, Yayat Pasrah!

    Oleh : Fuad Hisyamudin10 Januari 2018 21:30
    fotografer: Fuad Hisyamudin
    INILAH, Bandung-Sikap negarawan sekaligus menjaga keutuhan organisasi diperlihatkan oleh Bakal Calon (Balon) Bupati Bandung Barat Yayat T Soemitra, dalam perhelatan Pilkada.

    Sejak persaingan panas para Balon diinternal beberapa bulan lalu, pria yang karib disapa Kang Yayat ini lebih memilih merangkul saingan-saingannya. Manuver-manuver lawan pun disikapinya dengan lembut.

    Sebagai partai jawara di Kabupaten Bandung Barat (KBB), PDI Perjuangan menjadi sorotan semua lawan. Bahkan hingga menjelang tanggal akhir pendaftaran ke KPU, belum ada nama yang dikeluarkan oleh partai banteng ini.

    Hingga hari akhir pendaftaran, misteri siapa kandidat yang akan diusung PDIP masih menjadi tanda tanya. Bahkan, Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat membuat rilis pengumuman pendaftaran dari koalisi PDIP, PKB dan PPP dengan menyebut 4 nama, Kang Yayat salah satunya.

    Lantas, bagaimana sikap Kang Yayat atas Pilkada ini? Kepada wartawan, dia menjelaksan bahwa dirinya menyerahkan semua keputusan pada pimpinan partai.

    "Informasi yang diterima hingga hari ini, saya masih berpeluang ikut," katanya, saat ditemui wartawan di Posko Balad Kang Yayat, Ngamprah, Rabu (10/1/2018).

    Dalam kesempatan itu, terlihat ratusan pendukung Kang Yayat berkumpul. Mereka sedang menggelar doa bersama dan menyiapkan pendaftaran ke KPU.

    Meskipun pada Rabu jelang sore, beredar melalui media sosial, surat rekomendasi dari DPP PDI Perjuangan yang menyebutkan bahwa pasangan Elin Suharliah Abubakar dan Maman S Sunjaya yang direkomendasikan.

    Padahal dia mengakui, dirinya masih mendapatkan informasi bahwa hingga tanggal 10 Januari 2018 ini, namanya masih digadang-gadang sebagai kandidat yang akan diusung PDI Perjuangan.

    "Pada akhirnya saya serahkan keputusan pada pimpinan partai. Ikhtiar dan doa dari semua relawan sudah maksimal, kini tinggal tawakal," katanya.

    Ia menegaskan, jika memang dirinya tidak direkomendasikan, langkah yang dia ambil adalah menerima keputusan apapun. Kang Yayat meyakini, partai punya tujuan baik.

    "Sebagai kader saya akan melaksanakan intruksi partai. Semoga ini adalah keputusan yang terbaik untuk KBB," tegasnya.

    Ia mengungkapkan, beberapa pekan sebelum pendaftaran KPU dibuka, dirinya telah dipinang oleh sejumlah partai. Bahkan, kata dia, beberapa parpol telah siap berkoalisi dan mengusung dirinya tanpa mahar.

    "Saya berterima kasih kepada para pimpinan Parpol yang sudah datang dan bersilaturahmi. Mereka sangat negarawan, bahkan siap memberikan dukungan kepada saya tanpa harus keluar dari PDI Perjuangan," bebernya.

    Namun keputusan berbicara lain. Kang Yayat lebih memilih setia kepada partainya dan siap menunggu keputusan apa pun yang akan disampaikan PDIP. Termasuk jika partai tidak merekomendasikannya.

    Meskipun pada akhirnya dia tidak diberikan rekomendasi oleh PDI Perjuangan, Kang Yayat berjanji tidak akan keluar partai dan lebih memilih untuk setia. Baginya, berpartai adalah jalan hidup untuk mengabdi kepada agama, negara dan masyarakat.

    Kang Yayat yang kini diamanahi sebagai Wakil Bupati ini menyebut, sisa akhir masa jabatannya akan dipakai untuk memberikan pengabdian terbaik. Menyelesaikan program pembangunan yang belum selesai sebagaimana visinya lima tahun lalu.

    "Masih tersisa sekitar 6 bulan kedepan. Saya akan memaksimalkan semua potensi untuk Bandung Barat," ujarnya.

    Setelah selesai menjabat, dia pun telah merencanakan untuk membangun KBB diluar pemerintahan. Salah satunya adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan membuka lapangan kerja dengan menggeber program Entreprenuer Unggul.

    Ia juga telah menyiapkan rencana pembangunan lembaga pendidikan dan sosial, pondok pesantren berbasis pertanian dan membina komunitas pembangunan pariwisata.

    "Saya akan tetap tinggal di KBB. Ingin tetap mengabdi untuk masyarakat. Membangun daerah tidak harus berada dalam pemerintahan," tandasnya. [jek]

    TAG :


    Berita TERKAIT