• Headline

    Duh, Pimpinan Yayasan Ponpes Diduga Cabuli Lima Santrinya

    Oleh : Rd Dani Rahmat Nugraha11 Januari 2018 12:53
    fotografer: Rd Dani Rahmat Nugraha
    INILAH,Bandung- Ketua yayasan sebuah pondok pesantren berinisial Al (41) di Kecamatan Pacet Kabupaten Bandung, diduga melakukan pencabulan terhadap salah seorang terhadap salah seorang santri putri berinisial WA (17), siswa kelas 12 di salah satu ruangan komplek ponpes. Aksi bejat tersebut dilakukan sejak Mei hingga November 2017 lalu.

    KBO Reskrim Polres Bandung, Iptu Fitran R mengatakan pihaknya berhasil mengamankan pelaku yang diduga melakukan pencabulan terhadap salah seorang anak dibawah umur pada Minggu (7/1) kemarin. Pengembangan lebih jauh, katanya diperkirakan masih ada lima orang lain yang menjadi korban.

    "awalnya pacar korban melaporkan kejadian itu kepada orang tua korban pada Rabu (3/1). Korban mengaku dicabuli oleh pelaku berinisial Al yang merupakan ketua yayasan salah satu pondok pesantren di Pacet, Kabupaten Bandung. Tidakan asusila ini dilakukan Mei hingga November 2017 lalu dengan 10 kali menyetubuhi korban," Fitran di Mapolres Bandung, Kamis (11/1/18).

    Fitran mengatakan, yang berani melaporkan perbuatan bejat Al ini memang cuma korban WA saja. Namun demikian, kuat dugaan perbuatan serupa juga dilakukan pelaku terhadap lima orang santri putri lainnya.

    "Korban yang laporan satu orang tapi dari keterangan korban yang melaporkan ke Polres Bandung sekitar lima orang (korban). Santrinya semua dan berdasarkan laporan tidak ada yang hamil," ujarnya.

    Menurutnya, modus yang dilakukan pelaku hingga bisa menyetubuhi dengan terlebih dahulu menyuruh korban membersihkan salah satu ruangan kantor di pesantren yang dijadikan tempat istirahat pelaku. Kemudian setelah korban berada di ruangan, dengan dalih pengobatan batin, korban diraba-raba dan disetubuhi.

    "Setiap melakukan aksinya, pelaku mengancam kepada korban tidak akan diikutsertakan dalam ujian nasional," katanyam

    Akibat perbuatannya, jelas Fitran, pelaku dijerat pasal 81-82 Undang-Undang Perlindungan Anak dengan ancaman penjara minimal 5 tahun penjara dan maksimal 15 tahun. "Sekarang korban berada di rumah aman, sedang ada rehabilitasi, pemulihan dan trauma healing," katanya.

    Pelaku, Al mengaku menyesal dengan perbuatan yang telah dilakukan kepada santrinya tersebut. Sebelum melakukan perbuatan bejatnya, ia mengaku menjalin hubungan dengan korban sejak September 2017 lalu.

    "Saya hilap, sudah lima kali (menggauli) sama satu orang di salah satu ruangan kantor komplek pondok pesantren," ujarnya. Lelaki paruh baya yang belum menikah ini mengaku melakukan tindakan itu tanpa ancaman.

    "Saya enggak pernah mengancam atau bilang untuk pengobatan batin," bantahnya.

    Barang bukti yang diamankan oleh Satreskrim Polres Bandung yaitu satu buah kerudung, satu buah kaos lengan panjang dan satu buah rok seragam. [jek]

    TAG :


    Berita TERKAIT