• Headline

    Alun Alun Cicendo Dikhawatirkan untuk Tempat Mesum

    Oleh : Asep Pupu Saeful Bahri11 Januari 2018 16:55
    INILAH, Bandung - Alun - Alun Cicendo masih memerlukan banyak pembenahan, salah satu yang paling krusial adalah minimnya lampu penerangan saat malam hari. Selain itu, lahan parkir untuk pengunjung pun masih kurang memadai.

    Camat Cicendo, Fajar Kurniawan menyatakan pihaknya sudah menyampaikan usulan terkait permintaan menambah lampu penerangan dengan daya jangkau lebih besar. Hanya saja, hal itu baru diutarakan secara lisan.

    ‎Saat ini, Fajar masih menginventarisir sejumlah fasilitas tambahan untuk Alun-Alun Cicendo. Dia juga meminta agar dibuatkan peta kawasan terdekat dan akses kendaraan, serta titik wisata di Kota Bandung.

    "Sudah diusulkan secara lisan, secara tertulis masih disusun daftar tambahan kaya kursi, lampu stadion, peta petunjuk, terus minta ada pusat informasi, terus TOA buat imbauan, kan suka ada anak-anak yang bermain tapi malah loncat-loncat, kan bahaya,‎" kata Fajar saat berbincang di Alun-Alun Cicendo, Jalan Aruna, Bandung, Kamis (11/1).

    Diakui Fajar, dengan penerangan yang minim tidak menutup kemungkinan menjadi celah untuk dimanfaatkan oleh oknum masyarakat berbuat hal negatif. Baik bergerombol melakukan pesta minuman keras, atau bahkan malah dipakai tempat mesum pasangan muda-mudi.

    Fajar sangat bersyukur bahwa peran untuk menjaga ketertiban di Alun-Alun Cicendo tidak hanya dilakukan oleh aparatur kewilayahan, tetapi juga turut peran serta masyarakat sekitar di Kelurahan Husein Sastranegara khususnya dan Kecamatan Cicendo pada umumnya.

    "Memang terlalu gelap, bisa jadi ada potensi kriminal atau malah banyak oknum yang datang, tapi karena di sini kompak jadi diawasi, terus disisir. Malam-malam suka ada yang ngontrol," ujarnya.

    Fajar juga menyatakan bahwa lahan parkir untuk di sekitar Alun-Alun Cicendo ini masih kurang. Kawasan yang diproyeksikan menjadi salah satu pusat kegiatan dengan daya tampung besar dan banyak wahana, diperlukan juga area parkir lebih luas.

    Untuk saat ini, parkir kendaraan masih bisa tertampung di seputar Alun-Alun Cicendo. Itupun sudah mulai penuh meski hanya dipakai parkir motor. Sementara mobil hanya bisa menampung beberapa saja.‎ Fajar memberdayakan para pemuda dan warga sekitar menjadi petugas parkir.

    "Kantung parkir itu di sini kurang, terus ormas banyak. Saya bilang buka baju (identitas ormas) dan mengatasnamakan warga Cicendo, bukan ormas, jaga juga jangan sampai ada PKL," ujarnya.

    Fajar juga sedang menyusun rencana untuk bisa menggunakan lahan pabrik yang sudah tidak terpakai yang terletak di sebelah utara Alun-Alun Cicendo agar bisa dimanfaatkan sebagai kantung parkir.

    ‎"Di sini ada lahan pabrik, bisa saja itu digunakan dan dikelola oleh profesional," cetusnya.

    Sementara itu, pengerjaan Alun-Alun Cicendo hanya tinggal penyempurnaan di beberapa titik. Namun semua wahana dan fasilitas yang tersedia sudah mulai bisa dinikmati oleh pengunjung.

    "Ini kan besi-besinya masih ada yang runcing, saya minta dihaluskan. Karena masih pemeliharaan juga, kaya musala masih separuh-separuh, kan masih ada pekerja," tandasnya.


    TAG :


    Berita TERKAIT