• Kodim 0618/BS Ajak Semua Kalangan Beberes Citarum

    Oleh : Ghiok Riswoto14 Januari 2018 23:43
    KODIM 0618/BS mengajak semua kalangan untuk turut berpartisipasi dalam penanganan Sungai Citarum. Hal tersebut ditegaskan dalam kegiatan pembekalan pengolahan sampah rumah tangga dan perkotaan, Minggu (14/1/2018).

    Dandim 0618/BS Kol. Inf Arfin Dahlan mengungkapkan, kehidupan manusia tidak pernah lepas dari masalah sampah. Menurutnya, fakta menunjukkan otensi sampah di Jawa Barat terus meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk. Karena itulah edukasi terkait penanganan dan pengolahan sampah menjadi satu kegiatan yang dilaksanakan Kodim 0618/BS.

    Dikatakan Arfin, Kodim 0618/BS bekerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Provinsi Jawa Barat, menggelar pembekalan pengolahan sampah rumah tangga dan perkotaan Wilayah Kota Bandung, pada Minggu, (14/1).

    Menurut Arfin, pembekalan dan sosialisasi perlu terus dilakukan kepad masyarakat dalam menyikapi persoalan sampah. Karena diharapkan masyarakat memiliki kesadan untuk tidak membuang limbah dan sampah sembarangan seperti ke Sungai Citarum. Pasalnya hal itu akan memberikan dampak terhadap revitalisasi Sungai Citarum. Sehingga perlu adanya edukasi yang seimbang terutama nilai ekonomis yang dapat dimanfaatkan dibanding membuang sembarangan yang ujungnya mencemari lingkungan.

    Dikatakan Arfin, perlu adanya kesinambungan antara masyarakat dengan TNI, Kepolisian, pemerintah, komunitas, warga masyarakat dan lain sebagainya untuk ikut bertanggung jawab bersama menjaga lingkungan. Dengan demikian, maka edukasi dan infrastruktur yang dibangun dapat memberikan hasil yang optimal.

    Arfin menambahkan, diharapkan ada kesadaran dari masyarakat untuk tidak merusak lingkungan. "Jadi sangat penting untuk mengedukasi dalam rangka membangun kesadaran tersebut," tegasnya.

    Sekertaris Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Bandung, Dedy Dharmawan menambahkan, pembekalan pengolahan sampah rumah tangga dan perkotaan sudah banyak dilakukan. Tapi, baru mayoritas untuk sampah anorganik. Sementara untuk sampah organik masih kurang. Padahal, jumlah sampah rumah tangga di Kota Bandung lebih banyak dibanding anorganik.

    "Pupuk organik yang berasal dari sampah rumah tangga, juga memiliki sisi ekonomis, sehingga dari DLH Kota Bandung berusaha mengedukasi dan mensosialisasikan pengolahan sampah rumah tangga untuk menjadi pupuk organik. Sehingga sampah-sampah yang ada sudah dapat habis diolah pada tingkat RW, dan tidak memenuhi TPA atau TPS," pungkasnya.


    Tags :
    # #


    Berita TERKAIT