• Puluhan Sumur Warga Terganggu Proyek SPAM

    Oleh : Rd Dani Rahmat Nugraha13 Februari 2018 21:40
    INILAH, Bandung - Warga RW 3 dan 4 Kampung/Desa Cisondari Kecamatan Pasirjambu Kabupaten Bandung, mengeluhkan sumur air bersih milik mereka yang menyusut, berwarna kekuningan dan berbau.

    Hal ini terjadi karena di sekitar tempat tinggal mereka tengah berlangsung pemasangan pipanisasi Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Gambung dari Kementerian PUPR yang dikerjakan PT Minarta Duta Hutama untuk penyediaan air bersih daerah Soreang dan sekitarnya.

    Deri Ilham (20) seorang warga Kampung Cisondari mengatakan, sejak dimulainya proyek SPAM Gambung yang melintasi kampung mereka, sumur milik warga mengalami penyusutan air.

    Selain menyusut, air yang semula jernih kini berwarna kekuningan dan berbau tanah. Padahal selama ini sumur air milik warga tidak pernah ada masalah. Bahkan sepengetahuannya, di kampungnya itu tidak pernah ada warga yang kekurangan air, meski musim kemarau sekalipun.

    "Untuk memasang pipa berdiameter kurang lebih 1 meter itu, mereka mengebor tanah 6 meter di bawah permukaan tanah. Kemudian itu ditinggalkan dan 5 meter di atasnya dibor lagi. Jadi air sumur warga itu beralih ke lubang yang telah dibor itu. Hasil pendataan sementara kami bersama pihak PDAM Tirta Raharja, itu ada 24 sumur warga yang sumurnya terganggu, jumlahnya bisa bertambah banyak,"kata Deri di Kampung Cisondari, Selasa (13/2).

    Untuk memenuhi kebutuhan air bersihnya, warga yang sumurnya terganggu terpaksa meminta ke tetangganya yang selama ini memanfaatkan fasilitas air bersih dari Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Desa Cisondari.

    Terganggunya sumber air bersih milik warga ini, memang dampak dari pelaksanaan proyek SPAM Gambung, karena memang kejadin serupa juga sebelumnya dialami oleh warga di Kampung Suraja Desa Cibodas yang juga dilalui oleh proyek pipanisasi tersebut.

    "Di Surja juga kejadiannya sama, sumur milik warga terganggu gara gara proyek itu. Tapi katanya disana masalahnya sudah diselesaikan dengan penyediaan pipanisaai air bersih dan sumur bor dari PDAM. Sedangkan untuk di kampung kami, masih dicarikan solusinya mau seperti apa. Karena jangan sampai gara gara ada proyek itu kami warga di sini jadi kesulitan air bersih," katanya.

    Deri mengatakan, setelah diketahui sumur warga terganggu. Deri dan warga lainnya melayangkan surat keberatan kepada pelaksana proyek yakni PT Minarta Duta Hutama.

    Sayangnya surat yang berisi pemberitahuan keluhan warga ini, ditolak pelaksana proyek dan dialihkan kepada PDAM Tirta Raharja. (dani r nugraha/gin)


    Tags :
    # #


    Berita TERKAIT