• Headline

    Nurul Tolak Isu Sara, Yossie Singgung Kesehatan

    Oleh : Asep Pupu Saeful Bahri15 Februari 2018 15:57
    INILAH, Bandung - Calon wali kota Bandung, Nurul Arifin menilai penyelenggaraan deklarasi kampanye damai oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bandung bisa menjadi penanda bahwa proses kampanye bisa berjalan dengan bersih.

    Deklarasi kampanye damai dilakukan di Monumen Perjuangan, lalu dilanjutkan dengan konvoi mengelilingi Kota Bandung.

    "Dengan adanya deklarasi damai kita berharap apa semua yang menjadi parameter dan keinginan KPU bisa berjalan semestinya," kata Nurul, Kamis (15/2).

    Nurul berharap semua pihak memaknai kampanye damai sebagai pengingat bahwa Pilwalkot Bandung 2018 tidak akan memuat isu sara, kampanye hitam, atau bahkan saling serang.

    "Damai berarti tidak menjelekkan, tidak kampanye negatif, tidak menggunakan isu sara, ke depannya tidak dengan isu sara," tegasnya.

    Sesuai dengan slogan harmonisnya, Nurul menginginkan Pilwalkot Bandung tidak sampai menimbulkan diskriminasi, apalagi sampai keberpihakan karena diarahkan oleh pihak luar instrumen politik.

    "Sudah harus harmonis, artinya toleran, kedua saling menghargai, dan demokrasi menjunjung tinggi nilai demokrasi, keberagaman, persamaan di muka hukum," pungkasnya.

    Tebar Program Kesehatan

    Di tengah guyuran hujan di Monumen Perjuangan, pasangan calon memanfaatkan tiap momentum untuk menebar program unggulan. Tanpa terkecuali seperti yang dilakukan oleh pasangan Yossi Irianto - Aries Supriatna.

    Diutarakan oleh sang wakil, Aries Supriatna, pasangan nomor urut 2 ini akan berupaya menghadirkan puskesmas di 151 kelurahan di Kota Bandung.

    "Bukan puskesmas biasa, tapi puskesmas yang memiliki fasilitas rawat inap," ucap Aries di Monumen Perjuangan, Kamis (15/2).

    Menurut Aries, pembenahan dan peningkatan fasilitas kesehatan di Kota Bandung akan menjadi agenda prioritas pasangan yang dikenal dengan jargon Bandung Hebring itu. Sebab, persoalan kesehatan adalah hak dasar setiap warga negara.

    Saat ini, kata dia, fasilitas kesehatan di Kota Bandung sudah cukup bagus. Hanya saja, kualitas fasilitas kesehatan maupun sebaran lokasinya belum merata.

    "Hanya ada beberapa puskesmas saja yang memiliki fasilitas rawat inap. Akibatnya banyak rumah sakit yang selalu kewalahan menampung pasien," kata dia.

    Padahal, jika puskesmas yang tersebar di Kota Bandung memiliki kualitas minimal setara rumah sakit tipe C, menurutnya jumlah pasien yang dirawat di rumah sakit di Kota Bandung tidak akan terlalu membludak.

    "Nanti yang sakit berat saja yang dirujuk dan dirawat ke rumah sakit. Kalau sakitnya tidak terlalu parah cukup dirawat di puskesmas, karena nanti puskesmas kita memiliki kualitas dan fasilitas bagus," ujarnya.

    Selain membangun Puskesmas DTP baru dan meningkatkan kualitas puskesmas yang sudah ada, kata dia, yang tak kalah pentingnya adalah meningkatkan kualitas tenaga medis dan fasilitas pendukungnya.

    "Nanti di Puskesmas itu tak hanya ada dokter umum dan perawat. Tapi banyak dokter spesialis lain hingga bidan. Jadi ke depan warga itu cukup berobat ke Puskesmas karena semua dokternya lengkap dan dekat," terangnya.

    Aries juga berjanji akan mempermudah pelayanan pasien terutama pasien dari keluarga miskin. "Pokoknya kami akan rancang pelayanan terbaik dan tidak ribet. Jangan ada lagi pasien ditolak karena tak memiliki kartu BPJS. Semua harus dilayani dengan baik karena itu amanat undang-undang," pungkasnya.


    Tags :


    Berita TERKAIT