• Headline

    Petani di Banjaran Tewas Bersimbah Darah, Diduga Pemicunya Rabutan Air Irigasi

    Oleh : Rd Dani Rahmat Nugraha25 Februari 2018 18:42
    INILAH, Bandung- Anang (67) warga Kampung RT 2 Rawc1 Desa Neglasari Kecamatan Banjaran Kabupaten Bandung, tewas bersimbah darah disebuah saung di tengah perkebunan jagung, di Kampung Pasir Pogor RT 3 RW 11 Desa Neglasari Minggu (25/2/18).

    Kapolsek Banjaran Kompol Susianti Rahcmi peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh Kepala Desa Neglasari Suherman yang sedang berkebun dan mendampingi para petani. Anang dibacok secara membabi buta oleh sesama petani berinisial Y (39) warga Kampung Cintaasih 02/01, Desa Neglasari, Banjaran.

    "Pelaku satu jam kemudian berhasil kami tangkap di semak-semak yang tidak jauh dari tempat kejadian perkara. Dia bersembunyi disemak semak sekitar 200 meter dari lokasi kejadian,"kata Susianti.

    Dilokasi kejadian, kata Susianti, Polisi mengamankan dua bilah golok yang berlumuran darah. Korban Anang mengalami luka akibat senjata tajam pada bagian mulut, leher belakang, kepala bagian belakang, pipi kanan, bahu dan sikut kanan.

    Susianti melanjutkan, motif dari kejadian tersebut dilatari oleh aliran air di irigasi yang tersendat di dekat saung milik Y dimana di tempat itu juga ada Anang yang tengah mengalirkan air . Pelaku Y yang tengah membenarkan aliran air itu, menduga Anang menutup aliran di sawahnya yang berada dekat saung tersebut.

    "Motifnya berebut air untuk pengairan sawah. Lokasi sumber air itu berada di atas saung milik Y. Tanpa basa-basi, Y langsung menyerang korban menggunakan golok. Saung itu untuk istirahat Y saat jaga kebun, saat kejadian Anang sedang membenarkan saluran air tersebut karena air untuk mengairi sawahnya mampet tepat di dekat gubuk milik Y,"ujarnya.

    Karena penyerangan itu dilakukan secara tiba-tiba. Setelah diamankan di Mapolsek Banjaran, pihaknya akan memeriksa kejiwaan pelaku.

    "Tersangkan sudah kami amankan dan kejiwaannya akan diperiksa. Intinya, ada perselisihan dan terjadi salah paham yang dikarenakan sumber air. Sedangkan jenajah korban Anang saat ini masih dilakukan autopsi di RS Sartika Asih,"katanya.[jek]


    TAG :


    Berita TERKAIT