• Headline

    Debat Pertama Pilgub Jabar 2018 Mengorek Borok Lawan

    Oleh : Asep Pupu Saeful Bahri13 Maret 2018 08:20
    INILAH, Bandung ‎- Debat pertama Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Barat 2018 langsung memanas. Dalam sesi tanya dan debat, para Pasangan Calon (Paslon) langsung saling serang dengan pertanyaan dan penyataan perihal masalah yang seakan menguak aib para calon.

    Setelah di sesi pertama dilalui dengan pemaparan visi dan misi secara singkat dari setiap ‎paslon, acara debat kemudian berlanjut kepada sesi tanya jawab. Kali ini, pertanyaan dibacakan pembawa acara, Rosiana Silalahi.

    Dalam salah satu pertanyaannya, Rosi menyoroti ‎kondisi Jawa Barat sebagai wilyah seksi untuk menanamkan investasi tinggi. Namun, menurutnya masih memiliki tingkat pengangguran dan kemiskinan yang sangat tinggi, bahkan menunjukkan gini rasio ekonomi atau ketimpangan ‎sosial sangat jomplang.

    Ketika menjawab pertanyaan ini, calon gubernur nomor urut 4, Deddy Mizwar menyatakan sebetulnya persentase persoalan ekonomi di Jawa Barat terbilang rendah apabila dibandingkan dengan akumulasi angka di tingkat nasional. Namun, dia juga menyentil bahwa persentase bagi Jawa Barat paling besar disumbang oleh Kota Bandung.

    ‎"Jawa Barat 7,83 persen kemiskinan dan gini rasio paling rendah dibanding nasional, dan persentase itu disumbang Kota Bandung paling tinggi," kata pria yang akrab disapa Demiz tersebut.

    Lantas Ridwan Kamil pun menimpali bahwa ketimpangan sosial yang disebutkan Demiz sudah diupayakannya menurun selama dia menjabat sebagai Wali Kota Bandung pada masa periode 2013 - 2018.‎ Emil, panggilannya, beralasan adanya ketimpangan sosial merupakan dampak dari urbanisasi penduduk pedesaan yang belum siap, sehingga dia melontarkan pernyataan bahwa seharusnya Pemerintah Provinsi (Pemprov) bisa melakukan pemerataan ekonomi.

    ‎"Waktu saya mulai jadi wali kota gini rasio 0,48 persen saya turunkan 0,44. Ketimpangan karena ragam pekerjaan, karena BPS menilai 6 bulan warga yang datang ke kota jadi objek statistik, misalkan dari Garut dan Sumedang datang ke Bandung. Itulah tugas gubernur membuat perekonomian meningkat, hingga tidak perlu pindah ke Kota Bandung,‎" timpal Emil.

    Suasana mulai semakin memanas ketika Rosiana mempersilahkan paslon memberikan pertanyaan kepada kandidat lain. Di mana saat paslon nomor urut 3 diberi kesempatan kepada paslon nomor urut 4, Ahmad Syaikhu menanyakan alasan perihal banyaknya pohon yang dibalut oleh kain kepada Dedi Mulyadi.

    "Itu sengaja biar tidak ada yang pasang iklan, daripada dipaku dan dipasang iklan sedot tinja, maka lebih mulia dipasang kain. Itu ajaran kebudayaan memuliakan pohon sebagai sumber penyerapan air dan menghasilkan oksigen‎. Pohon dikasih kain lebih utama dari pada ditebang untuk ekonomi," jawab Dedi.

    Menanggapi jawaban dari lawannya, Syaikhu membeberkan pernyataan bahwa di Purwakarta kepala daerahnya lebih mengutamakan kemuliaan pohon ketimbang memberikan kain kepada anak-anak yang kurang mampu.
    "Ironis pohon dipakai kain, anak-anak kekurangan kain, bagaimana pohon dimuliakan bagaimana manusia dimuliakan, kami memuliakan manusia lebih baik, kami sepakat pemuliaan manusia didahulukan terhadap yang lain, tidak menafikan lingkungan harus diperhatikan," timpl Syaikhu.

    Kesempatan bertanya paslon nomor urut 1 dipakai oleh Uu Ruzhanul Ulum untuk bertanya kepada paslon nomor urut 2. Dia menguji kemampuan dari TB Hasanuddin yang sebelumnya duduk di Komisi I DPR RI, di mana salah satu tugasnya membidangi komunikasi dan informatika. Uu menanyakan solusi paslon 2 terhadap digitalisasi yang tidak bisa dipisahkan dari platform baru dalam perkembangan industri kreatif.

    Dalam adu gagasan ini diakhiri dengan pernyataan Hasanudin yang menyebutkan bahwa konsep penyebaran jaringan internet hingga ke tingkat desa selama ini tidak berhasil. "‎Saya di komisi satu, internet masuk desa gagal‎‎," Hasanuddin menegaskan.

    ‎Paslon nomor urut 2 kemudian berbalik menyerang pasangan Rindu (Ridwan - Uu) dengan pertanyaan soal toleransi. Diutarakan oleh calon wakil gubernur, Anton Charliyan di Kabupaten Tasikmalaya yang saat ini dipimpin oleh Uu pernah terjadi pembubaran pengajian salah satu aliran Wahidiyah, di mana dilakukan oleh Satpol PP yang menjadi instrumen Pemerintah Kabupaten (Pemkab).

    Uu kemudian membantah telah membubarkan pengajian yang diselenggarakan pada November 2017 lalu tersebut. Namun, dia memberikan penyataan bahwa sebetulnya aliran tersebut dianggap menyimpang oleh para ulama di Kabupaten Tasikmalaya, sehingga berdampak tidak diberikan izin penyelenggaraan pengajian.

    "Memang terjadi di Tasiklamalaya, tapi pembubaran tidak terjadi, majelis ulama tidak memberikan izin, karena sudah ada fatwa tidak sesuai dengan torekot yang dianggap benar dan sejajar, dan satpol pp tidak membubarkan, saya selaku kepala daerah harus mengikuti ulama,"‎ sanggah Uu.

    Paslon nomor urut 2 kembali mendapat pertanyaan tajam dari paslon nomor 4. Dedi pun menyentil bagaimana langkah untuk menangkal oknum pengusaha yang punya akses kepada pemerintah apabila membuat proyek yang ternyata merusak lingkungan, seperti terjadi di wilyah priangan timur.

    Pertanyaan ini tertuju pada Anton Charliyan yang dikabarkan banyak mengerjakan proyek di Kabupaten Pangandaran. Pasangan Hasanah (Hasan - Anton Amanah) kemudian mengutarakan bahwa hal itu memerlukan sosok pemimpin yang tegas dan berani menegakan kebenaran dan peraturan. Namun, jawaban itu kembali ditimpali oleh Dedi.

    "Problem kerusakan lingkungan dengan ekonomi sekitar, ada aspek regulasi lingkungan tidak berdaya. Menurut saya leader tidak cukup, karena ada faktor ekonomi wilayah gunung dan pesisir, karena bujuk rayu orang yang memiliki kepentingan perusakan lingkungan," ucap Dedi.

    ‎Setelah 'menyerang' paslon nomor urut 2, pasangan Duo DM mendapat hantaman dari pasangan Hasanah. Anton kemudian mempertanyakan sikap Pemprov Jawa Barat yang melanggengkan pembangunan Meikarta, padahal di awal sudah sempat berujar bakal menolak pembangunannya di Kabupaten Bekasi.
    "Kita tolak 500 - 2.200 hektar‎ itu untuk metropolitan, sementara ‎84,6 hektar‎ yang sudah kita ijinkan, itu sudah menjadi hak mereka. Kalau yang 500 dan 2.200 hektar itu tidak dikeluarkan, karena itu tidak bisa dikeluarkan kecuali perpres," kata Demiz, yang menjabat sebagai wakil gubernur Jawa Barat, mendampingi Ahmad Heryawan.

    Namun jawaban Demiz lantas ditolak mentah-mentah oleh Anton.‎ Dia kemudian mengungkapkan bahwa banyak keluhan dari masyarakat sekitar ataupun pihak lainnya yang merasa dirugikan dan terganggu oleh pembangunan Meikarta, ketika dirinya masih menjadi Kapolda Jawa Barat.

    ‎"Kenyataannya yang sudah dibangun lebih, saya waktu jadi Kapolda banyak surat masuk, mohon gubernur konsekuen hal ini, ini tidak timbul dampak dan ditunggangi oleh kepentingan lain," cetus Anton.

    Pada sesi keempat, suasana tegang debat berubah drastis ketika para pasangan calon dipersilahkan menunjukan penampiln kreatifnya. Setiap pasangan diperbolehkan tampil sendiri atau bahkan menggandeng pendukungnya.‎

    Pasangan Rindu menjadi pembuka aksi kreatif dengan memasukan 12 pendukungnya menari untuk mengiringi lagu ciptaan mereka sendiri. Uu pun ikut menari sambil mengacungkan telunjuk dan Emil mencoba menirukan tari moonwalk‎ ala Michael Jackson.

    Paslon nomor urut 2 kemudian unjuk kebolehan dalam memeragakan pencak silat. Hasanuddin pun membuka jas dan sepatunya dan langsng menunjukan jurus silatnya. Tak ingin kalah, Anton pun menunjukan sejumlah gerak pencak parodi yang justru memancing gelak tawa.

    Sementara dari pasangan nomor urut 3 diambil alih oleh Syaikhu yang‎ bernyanyi lagu ciptaannya sendiri bertemakan pasangan Asyik (Ahmad Sudrajat - Syaikhu). Pada kesempatan ini, Demiz, Hasanuddin, Anton dan Emil justru ikut berjoget bersama Sudrajat.

    Sebagai penutup penampiln dari pasangan nomor urut 4 menghadirkan penyanyi pop, Charly van Houten. Pria yang tenar sebagai vokalis ST12 ini membawakan tema dari pasangan Duo DM.

    Di akhir acara, setiap paslon diberi kesempatan lagi untuk memaparkan visi dan misinya. Kemudian debat terbuka ini berakhir dengan semua paslon yang saling bersalaman.


    TAG :


    Berita TERKAIT