• Pemkab Bandung Tingkatkan Status Tanggap Darurat

    Oleh : Rd Dani Rahmat Nugraha14 Maret 2018 20:30
    INILAH,Bandung- Pemerintah Kabupaten Bandung meningkatkan status bencana banjir dan longsor dari siaga satu menjadi tanggap darurat terhitung pada15 hingga 21 Maret ini.

    Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)Kabupaten Bandung, Akhmad Djohara mengatakan, peningkatan status menjadi tanggap darurat karena masih tingginya curah hujan di wilayah Bandung Raya khususnya di Kabupaten Bandung sampai akhir Maret.

    "Hasil rapat koordinasi penanganan bencana termasuk dari BMKG, yang menyatakan curah hujan di wilayah Kabupaten Bandung masih tinggi sampai akhir Maret dan akan berkurang intensitasnya mulai awal April, sehingga kami tingkatkan status jadi tanggap darurat bencana," kata Akhmad Djohara, Rabu (14/3).

    Menurut Akhmad,peningkatan status ini juga diakibatkan masih banyaknya warga yang menjadi korban bencana mencapai 113.000 jiwa. Selain itu, terdapat 2.225 warga yang masih mengungsi di 22 titik pengungsian baik di Kecamatan Dayeuhkolot, Baleendah, dan Bojongsoang.

    "Para pengungsi ini membutuhkan logistik seperti makanan siap saji dan lainnya, karena dengan kondisi seperti ini tidak mungkin masak di tempat pengungsian," ujar

    Tahun ini, diakui Akhmad, bencana alam di Kabupaten Bandung kondisinya lebih parah mengingat ada 18 kecamatan yang terdampak banjir dari biasanya hanya lima kecamatan. Belum lagi dengan bencana longsor yang sejak awal tahun sudah mencapai 21 kejadian

    "Beberapa derah yang selama ini tidak terkena banjir ternyata tahun ini juga tergenang banjir, seperti Kecamatan Ibun dan Paseh. Kam mengkhawatirkan, kondisi di Ibun sudah terkena longsor di lima titik. Belum lagi dengan air kiriman dari wilayah atas di Ibun, sehingga Kecamatan Majalaya juga terkena dampaknya," katanya.

    Akhmad melanjutkan, meski sebagian kecamatan seperti Majalaya dan Rancaekek banjir sudah mulai surut, namun dengan intensitas hujan yang masih tinggi seperti saat ini, kemungkinan banjir masih bisa terjadi.

    "Peningkatan status ini membawa konsekuensi tersendiri yakni peningkatan perhatian kepada korban bencana dengan menyediakan dapur umum,"katanya.

    Rencananya, kata dia, BPBD bersama Dinas Sosial dan instansi terkait lainnya akan mendirikan dua dapur umum di daerah Baleendah dan Bojongsoang, yang sekaligus melayani korban banjir di Kecamatan Dayeuhkolot.

    "Dapur umum melayani tiga kecamatan yang masih tergenang banjir. Anggaran belanja untuk tanggap darurat berasal dari pos tak terduga APBD Kabupaten Bandung," ujarnya.

    Sementara itu, untuk petugas yang dilibatkan sebanyak 150 orang baik dari BPBD, Dinsos, Kecamatan, Polisi/TNI, PMI, Dinkes, PDAM, maupun instansi terkait lainnya. Untuk tahap pertama masa tanggap darurat dari 15-21 Maret yang bisa diperpanjang sesuai dengan kondisi di lapangan.
    "Warga yang terdampak banjir, juga tetap mendapatkan bantuan berupa paket makanan seperti beras, kecap, saos, dan lain-lain. Kalau pengungsi memperoleh makanan yang siap santap, maka warga terdampak banjir memperoleh makanan yang harus dimasak dulu," katanya. [jek]


    TAG :


    Berita TERKAIT