• Headline

    Polisi Bekuk Empat Tersangka Pembunuh Mahasiswa Tel-U

    Oleh : Rd Dani Rahmat Nugraha20 Maret 2018 17:17
    fotografer: Rd Dani Rahmat Nugraha
    INILAH,Bandung- Satreskrim Polres Bandung berhasil meringkus empat orang tersangka pelaku pembunuhan mahasiswa Teknik Elektro Telkom University (Tel-U) Alexsander Sihombong. Alexsander ditemukan tewas di Jalan Radio di Kecamatan Dayeuhkolot Kabupaten Bandung dengan luka tusukan dibagian dada pada Minggu (11/3/18) dini hari lalu.


    Keempat komplotan begal tersebut yakni CS, IN,CR dan UK, mereka ditangkap di dua tempat berbeda, yakni di Kecamatan Baleendah dan Bojongsoang.

    Kasatreskrim Polres Bandung, AKP Firman Taufik mengatakan, kronologis kejadian bermula saat korban hendak pulang menuju kosannya di Kampung. Citereup RT 01/RW 13, Desa Citeureup, Kecamatan Dayeuhkolot di Jalan Radio tepatnya dekat gerbang belakang kampung Tel-U korban dihentikan oleh para pelaku dan ditodong untuk dimintai uangnya.

    "Ketika ditodong korban melakukan perlawanan dan tidak mau menyerahkan uangnya. Sehingga CS menusuk dada sebelah kiri korban dibantu IN yang memegang korban, sedangkan dua tersangka lagi sebagai joki. Setelah itu tersangka CS mengambil ponsel korban dan kabur," kata Firman, di Mapolres Bandung, Soreang, Selasa (20/3/18).
    Dikatakan Firman, setelah kejadian tersebut Unit Reskrim Polsek Dayeuhkolot langsung melakukan penyelidikan penyebab meninggalnya korban. Hingga akhirnya, polisi mendapatkan petunjuk dari tiga orang penadah handphone, yakni HH, YNS dan WR.

    "Setelah ponsel tersebut dijual, ada orang yang mau menjual ponsel itu. Kemudian kami pancing penjualnya, dan setelah dicek handphone itu milik korban. Dari situ kami kembangkan hingga merujuk kepada empat tersangka ini," ujarnya.

    Selama ini, lanjut Firman, lokasi kejadian memang masuk daerah rawan terutama saat malam hari. Bahkan, berdasarkan informasi dari masyarakat, sudah lebih dari dua kali kejadian serupa di jalan tersebut. Ia mengimbau kepada masyarakat terutama yang sering pulang malam dan melintasi daerah-daerah sepi dan gelap, untuk lebih berhati-hati dan memilih jalan yang sekiranya ramai.

    "Dari informasi awal, para tersangka ini baru melakukan di dua tempat melakukan hal serupa. Tapi kami masih lakukan pendalaman," ujarnya.

    Akibat perbuatannya, ke empat tersangka ini dijerat Pasal 365 ayat 3 dan 4 KUHPidana dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup.

    Sementara itu, tersangka utama yang menusuk korban, CS mengaku tidak kontrol karena saat kejadian dalam kondisi mabuk. Karena ada perlawanan dari korban, CS akhirnya menusuk korban.Setelah melarikan diri dan mengambil ponsel korban, CS menjualnya dengan harga Rp 700 ribu.

    "Memang sengaja menunggu orang yang melintas. Disitu saya berhenti. Tapi korban saat dimintai uangnya malah melawan dan memukul. Disitu saya emosi dan tidak kontrol, akhirnya menusuk korban pakai pisau. Uang hasil jual ponsel digunakan untuk mabuk dengan yang lain. Menyesal karena saat itu saya tidak kontrol soalnya lagi mabuk," katanya.

    Sebelumnya diberitakan, seorang mahasiswa Fakultas Elektro Tel-U, Alexander Sihombing (20) ditemukan tewas dengan luka tusukan di bagian dadanya pada, Minggu (11/3) sekitar pukul 04.00 WIB dini hari di Jalan Radio, Kec. Dayeuhkolot, Kab. Bandung, tepatnya dekat gerbang belakang kampus. Korban pertama kali oleh satpam di kampus tersebut, kondisi korban sudah tidak bernyawa dan langsung dibawa ke Rumah Sakit Sartika Asih, Kota Bandung.

    Humas Telkom University, Dedy Kurnia Syah mengungkapkan, korban meninggal dengan luka di bagian dada. Karena kejadian yang berada di luar lingkungan kampus, sehingga tidak ada penjagaan dari pihak keamanan kampus.

    "Kami langsung berkoordinasi dan melaporkan kejadian ini ke Polsek Dayeuhkolot, untuk selanjutnya dilakukan penyelidikan oleh polisi termasuk mengetahui penyebab kematian korban," ujar Dedy saat dihubungi melalui telepon selulernya, Senin (12/3).

    Dedy mengatakan, dugaan sementara korban tewas ditusuk di bagian dada saat berada di luar wilayah kampus. Kemudian, korban mencoba melarikan diri dan meminta pertolongan ke wilayah kampus.

    "Korban tinggal di kostan di Jalan Sukapura, tidak jauh dari kampus. Di bagian tubuh korban banyak bercak darah. Tapi kalau di sekitar lokasi tidak ada ceceran darah," katanya.

    Terkait keamanan kampus, Dedy mengaku, sistem keamanan di Telkom University sudah sesuai standar. Dengan pengawasan CCTV di seluruh lingkungan kampus dan penjagaan 24 jam oleh pihak keamanan.

    "Tidak hanya itu, pihak kampus juga memberlakukan sistem satu jalur keluar-masuk kendaraan pada jam malam. Dan juga berlakunya sistem jam malam untuk mahasiswa yang tinggal di asrama. Sehingga keamanan di dalam kampus terjaga," ujarnya.[jek]

    Tags :
    # #


    Berita TERKAIT