• Headline

    Tega, Ayah Sakit Digugat Anaknya Sendiri

    Oleh : Ahmad Sayuti22 Maret 2018 18:31
    fotografer: Istimewa

    INILAH, Bandung- Setelah Mak Cicih (78) yang digugat empat orang anaknya gara-gara warisan. PN Bandung kembali menangani kasus anak gugat ayahnya gara-gara hak waris.

    Ialah Oey Tiauw Sioe yang kini terbaring akibat penyakit stroke yang dideritanya, digugat oleh salah seorang anaknya, Oey Huei Beng alias Memey.

    Tak cuma ayahnya yang menjadi tergugat I, Memey juga menggugat saudara kandungnya, Oey Han Bing (tergugat II) serta dua lainnya yang masuk dalam turut tergugat.

    Hal itu terungkap dalam sidang gugatan kasus hak waris di PN Bandung Kelas 1A Bandung, Jalan RE Martadinata, Kamis (22/3/2018). Sidang beragendakan pembacaan gugatan berlangsung cepat.

    Dalam persidangan, tergugat I dalam hal ini Oey Tiauw Sioe tak bisa hadir karena kondisinya sakit parah. Bahkan menurut informasi, saat ini yang bersangkutan tengah sakit stroke. Meski begitu, gugatan tetap berjalan.

    Ditemui usai sidang yang dipimpin hakim Sutio Jumagi Ahirno, kuasa hukum tergugat II, Wilson Tambunan mengaku keberatan atas gugatan adik kliennya sendiri itu. Sebab itu merupakan peristiwa lama dan ayahnya sendiri sedang dalam kondisi sakit berat.

    "Kami sangat keberatan. Pertama ini kasus warisan sudah lama, dan diajukan ketika ayahnya sedang sakit. Tapi ketika sehat tidak diajukan," katanya.

    Menurutnya, dalam perkara ini pihak keluarga sudah berupaya melakukan mediasi beberapa kali baik di internal keluarga maupun melalui mediator di pengadilan. Namun upaya itu selalu berakhir buntu.

    Menurutnya, dalam kasus ini pihak tergugat 1 tidak bisa hadir ke persidangan lantaran kondisi kesehatan tidak memungkinkan. Saat ini, yang bersangkutan terbaring tak berdaya di rumahnya. Ia mengaku total gugatan cukup besar jika dirupiahkan, berupa 28 bidang tanah dan bangunan harta warisan.

    Sementara itu, kuasa hukum penggugat menolak memberikan keterangan karena terburu-buru mengejar kereta untuk kembali ke Jakarta.

    "Nanti saja," singkat salah seorang kuasa hukum.[jek]


    Tags :
    # #


    Berita TERKAIT