• Ruli Ingin Perbaiki Citra Politik di Mata Anak Muda

    Oleh : Asep Pupu Saeful Bahri02 Mei 2018 18:25
    fotografer: Asep Pupu SB
    INILAH, Bandung - Calon wakil wali kota Bandung, Chairul Yaqin Hidayat ingin memperbaiki citra politik bagi kawula muda. Perubahan pandangan terhadap politik ini menurutnya bisa memicu agar generasi mileniel mau berpartisipasi terlibat dalam proses politik.

    Diutarakan Ruli (panggilan Chairul Yaqin Hidayat), banyaknya politisi yang melakukan tindakan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) membuat generasi muda semakin apatis memandang politik. Hal ini dikhawatirkan olehnya bakal menurunkan kesadaran kaum milenial untuk menggunakan hak pilihnya ketika momentum Pemilihan Umum (Pemilu).

    Oleh karenanya, Ruli pun menyerukan kepada generasi muda Kota Bandung untuk mencoba membuka pikirannya agar lebih peduli terhadap proses politik yang akan terjadi pada 27 Juni mendatang. Di lain hal, dalam momentum Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Bandung 2018 ini dia ingin menunjukan kepada anak muda bahwa politik tidak selalu 'kotor', namun sebagai sarana perjuangan.

    "Kita pengen ada semacam perbaikan citra di mata milenial, bahwa politik bisa disikapi bijaksana, setelah dihancurkan oleh politisi yang memikirkan egonya sendiri, mudah-mudahan jadi pandangan baru bahwa politik memiliki tujuan mulia," kata Ruli di sela-sela kampanye menyusuri Kecamatan Babakan Ciparay, Rabu (2/5).

    ‎Kemudian, Ruli memberikan gambaran agar generasi milenial bisa mencermati para pejuang terdahulu yang sudah merintis pergerakan sejak masih berusia muda. Dia menegaskan para tokoh pembesar bangsa tersebut mampu menjadikan politik sebagai kendaraan memajukan peradaban.

    Untuk itu, Ruli menegaskan agar kawula muda jangan ragu menggunakan hak pilihnya di hari pencoblosan pada 27 Juni mendatang. Apabila dia berhasil terpilih dalam Pilwalkot Bandung 2018 ini, dia menjanjikan bakal membawa pemerintahan yang mampu mengakomodir mimpi warganya demu kemajuan.

    "Kita mundur kita lihat Tjokroaminoto melahirkan gerakan murni, bersama Soekarno, Boedi Oetomo dan tokoh lainnya akan ada ga 17 agustus. Nah tarik ke depan ada ga gerakan untuk memperjuangkan idealisme dan mimpi kita melalui kebijakan publik," jelasnya.

    Lebih lanjut, pengusaha muda Kota Bandung, Rommy Zulkarnain ‎menuturkan bahwa generasi milenial bukan berarti sepenuhnya apatis terhadap politik. Beberapa diantaranya justru sangat intensif melihat sepak terjang dunia politik baik di tingkat lokal maupun nasional.

    Hanya saja, Rommy mensinyalir bahwa praktek politik golongan saat ini cukup kentara ditampilkan oleh partai politik yang hanya berpihak pada kelompok dan kepentingan tertentu saja. Sehingga, kata dia, generasi muda perlu diberikan ‎pandangan lebih luas.

    "Generasi milenial apatis dan butuh keobjektifan. Mereka tidak diam dan tahu pergerakan ini dan tahu mau dibawa kemana, tinggal kita bagaimana menuntun mereka," kata Rommy.

    Lebih lanjut Rommy berharap banyak siapapun yang berhasil memenangkan kontestasi Pilwalkot Bandung 2018 nanti mampu memberikan ruang dan porsi lebih besar kepada anak muda.‎ "Kota bandung harus ada pemimpin yang keinginan milenial terakomodir," pungkasnya.[jek]

    TAG :


    Berita TERKAIT