• Headline

    Hari Pertama Puasa, Kehadiran ASN di Cimahi Hampir 100 Persen

    Oleh : Ahmad Sayuti17 Mei 2018 10:35
    fotografer: Ahmad Sayuti
    INILAH, Cimahi- Hari pertama masuk di Bulan Suci Ramadan, kehadiran Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemkot Cimahi hampir mencapai 100 persen. Meskipun begitu, masih ada ASN yang telat menghadiri apel pagi.

    Berdasarkan pantauan, apel pagi pertama di bulan Suci Ramadan, para ASN tampak memenuhi lapangan upacara. Kendati begitu, masih ada ASN yang ketinggalan rapat dan menunggu di pintu gerbang masuk ke komplek perkantoran Pemkot Cimahi.

    Wali Kota Cimahi Ajay M Priatna mengatakan, bulan puasa tidak berpengaruh kepada kinerja para ASN. Semua bisa dilihat di hari pertama, kehadiran mereka cukup bagus.

    "Tadi apel cukup baik, penuh. Ya, yang kesiangan masih tetap ada," katanya usai memimpin Apel pagi di lapangan upacara Pemkot Cimahi, Jalan Demang Hardjakusumah, Kamis (17/5/2018).

    Bulan suci Ramadan jangan dijadikan alasan bagi para ASN untuk bersantai. Etos kerja sebagai pelayan atau Abdi masyarakat tidak boleh kendor, bahkan seharusnya di bulan penuh pahala ini ditingkatkan.

    Menurutnya, tidak ada perbedaan antara bulan biasa dengan bulan Ramadan, pelayanan tetap maksimal. Hanya saja ada pengurangan waktu jam kerja, yang berbeda hanya jam pulangnya, yakni jadi pukul 14.30 WIB. Sedangkan jam masuk tetap pukul 07.30 WIB.

    "Kehadiran dan kelengkapan harus bagus. Insyaalloh tidak ada perbedaan. Jangan terganggu karena puasa," ujarnya.

    Kepala Badan Pengelolaan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BPKSDM) Kota Cimahi Harjono mengakui pada hari pertama masuk di Bulan Suci ini masih ada yang telat, atau tidak mengikuti apel pagi.

    "Yang kesiangan sekitar 50 sampai 100 orang lah. Sama seperti hari biasa, tak ada perbedaan," katanya.

    Namun, lanjutnya, hampir 100 persen para ASN mengikuti apel pagi pertama di bulan suci ini. Kendati begitu, mereka yang tidak mengikuti apel tidak akan diberikan sanksi, karena semua itu berpengaruh kepada tunjangan kinerja daerahnya (TKD).

    "Kesiangan, TKD-nya yang terpotong," ujarnya.[jek]

    Tags :
    # #


    Berita TERKAIT