• Ambrol, Rumah Hasanah Belum Diperbaiki

    Oleh : Ahmad Sayuti17 Mei 2018 15:39
    fotografer: Ahmad Sayuti
    INILAH, Cimahi- Semenjak dinding rumahnya ambrol, hingga kini rumah milik Hasanah (50) masih juga belum diperbaiki. Pemkot Cimahi dalam hal ini BPBD, masih belum turun tangan untuk memperbaiki rumah tersebut.

    Rumah milik Hasanah (50) diisi oleh tujuh orang jiwa tersebut berada di Kampung Saradan, RT 04, Rp 02, Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi. Pasca dindingnya ambrol, kondisi rumah tersebut tak layak untuk dihuni.

    Sebab, selain tidak memiliki tiang beton di, dinding bagian rumah lainnya tidak menempel atau sudah retak dengan bagian lainnya. Bahkan rumah tersebut sudah Condong, dan hanya ditahan oleh satu batang bambu. Makanya, Hasanah beserta keluarganya sempat diungsikan ke Kantor RT.

    ‎"Ambrolnya tiga minggu lalu sata saya buat gorengan. Hujan gede disertai angin, atapnya hancur, dan dinding sebelah kiri ambrol. Kini dinding lainya retak-retak," katanya, Kamis (17/5/2018).

    Rumah tersebut dihuni oleh keluarganya sejak dibangun pada 2011. Selain tinggal dengan suami Rusjunaedi (52), keempat anak dan menantunya pun tingga seatap di rumah tersebut.

    Saat ini ketiga anaknya itu masih bersekolah, yang paling kecil kelas 5 SD, yang kedua SMP dan yang ketiga telah lulus SMA. Sementara yang paling dewasa telah berumah tangga.

    "Waktu itu 10 hari saya dan keluarga diungsikan ke sana (kantor RT) karena memang berbahaya jika dindingnya ambruk," ujarnya.

    Namun, karena lokasinya tidak mumpuni untuk ditinggali oleh tujuh orang, Hasanah dan anak-anaknya memilih kembali ke rumahnya meskipun sudah doyong, retak-retak dan tak layak untuk dihuni.

    Hasanah mengaku sempat didatangi BPBD dan dirinya pun sempat mengajukan bantuan perbaikan rumah. Namun, hingga kini belum juga ada kabar. Saat kejadian, BPBD hanya memberikan bantuan selimut dan makanan.

    Ketua RW 02, Yadi mengatakan, respon dari BPBD tersebut seharusnya bisa langsung, karena pihaknya sudah mengajukan permintaan bantuan perbaikan tak lama setelah kejadian tersebut.

    "Bantuannya memang sedikit telat, kasihan ke beliaunya. Harapan kami pihak pemerintah dalam hal ini BPBD bisa secepatnya memperhatikan," katanya.

    Bantuan diharap segera turun lantaran kondisi rumahnya memang sudah mengkhawatirkan, sehingga jika tetap dibiarkan ditakutkan bisa menyebabkan korban jiwa. Yadi pun berharap pemerintah bisa cepat respon jika terjadi bencana di kewilayahan. [jek]

    TAG :


    Berita TERKAIT