• Headline

    Kepsek SDN 085 Ciumbuleuit Tenang Sudah Ditelepon Langsung oleh Mendikbud

    Oleh : Asep Pupu Saeful Bahri18 Mei 2018 16:56
    INILAH, Bandung - Kepala Sekolah SDN 085 Ciumbuleuit, Sri Sukoati saat ini merasa lebih tenang, lantaran sudah menempuh semua prosedur baik informal ataupun secara formal untuk memberikan klarifikasi terkait penutupan foto presiden dan wakil presiden yang sempat viral beberapa waktu lalu.

    Bahkan, dia sampai dihubungi langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy.

    Sri mengatakan, pada Jumat (18/5) pagi dia mendapat telepon dari Muhadjir. Dalam percakapan tersebut, dia mendapat arahan untuk tidak terlarut dalam persoalan ini.

    "Tadi pagi saya ditelepon Pak Menteri, beliau bilang 'Bu tenang aja karena memang bukan disengaja," kata Sri ketika ditemui di SDN 085 Ciumbuleuit, Jalan Bukit Raya, Kecamatan Cidadap, Jumat (18/5).

    ‎Setelah semua rentetan klarifikasi dan prosedur pemeriksaan, Sri menyebutkan bahwa Mendikbud sangat mengerti dengan kondisi di sekolah tersebut.

    Dia menyatakan Muhadjir memberikan pemikiran bahwa masalah tersebut hanya salah paham semata. "Beliau katanya tenang aja, kami sudah memahami. Beliau tahu hanya salah persepsi," cetusnya.

    Sri mengakui apabila dia cukup teledor tidak segera membuka kembali foto Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla setelah sterilisasi ruangan dari alat peraga saat ujian.

    "Betul saya akui tidak cermat, karena memang ada ketentuan juknis steril alat peraga, dan itu betul-betul kecerobohan tidak meneliti kembali dan saya serahkan ke guru dan panitia untuk mencopotnya kembali," ujarnya.

    Sri mengaku sama sekali tidak menyangka bahwa sekolah yang dipimpinnya ternyata ramai diperbincangkan di dunia maya. Setelah unggahan foto dan keterangan yang dilakukan oleh pemilik akun Setyowati Pancasiwi di jejaring Facebook kemudian menjadi viral‎.

    Seketika itu juga Sri langsung menelusuri akun Setyowati dan mencoba menghubungi pemilik akun yang bersangkutan untuk melakukan klarifikasi. Namun sayang ‎karena tidak berteman proses ini terhenti sejenak.

    ‎"Saya tidak tahu ada itu, hari minggu (13/5) itu baru tahu, di share sama teman. Akhirnya saya buka akun FB dia, dan FB dia itu saya gak bisa dibuka dan ga bisa komentar, terus saya coba diinbok, tapi karena tidak berteman dia tidak buka," ujarnya.

    Akhirnya Sri mendapat bantuan dari salah seorang temannya yang mengaku kenal cukup dekat dengan Setyowati hingga mampu terhubung dan sempat beberapa kali terlibat perbincangan lewat pesan di Facebook pada Minggu (13/5) sampai Senin ‎(14/5) pagi.

    Alih-alih menuntaskan masalah, perbincangan antara Sri bersama Setyowati lewat pesan Facebook kembali terjadi gesekan. Pada akhirnya Sri pun mencoba melakukan klarifikasi di kolom komentar, tapi komentarnya tidak bisa muncul di unggahan milik Setyowati tersebut.

    "Karena dia memojokkan aturan karena berjilbab, padahal itu hari Jumat dan ada program dari Pemkot kan Jumroh (Jumat Rohani), terus saya tanya kenapa anda berjilbab? dia menjawab 'Itu bukan pertanyaan yang berkaitan dengan yang saya viralkan,'. Kemudian saya lanjutkan lagi dengan komentar, tapi memang nggak bisa tampil. Ya sudah saya blokir dan sudah biarkan celotehan dia seperti apa,‎" bebernya.

    Percakapan Sri bersama Setyowati di pesan Facebook ini kemudian di-capture lalu diunggah kembali oleh Setyawati pada Kamis (17/5). Tak lupa, Setyowati juga menuliskan kembali keterangan dalam unggahannya tersebut.

    Sri mengungkapkan, setelah unggahan Setyowati pada Minggu (13/5) lalu viral di dunia maya, keesokan harinya langsung datang tim dari Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung.

    Lalu ada pemeriksaan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), dengan didampingi oleh jajaran kepolisian dan TNI AD.

    "Setelah itu saya ‎buat laporan klarifikasi secara tertulis, sebelumnya saya juga buat klarifikasi di akun Facebook saya, mau dibaca atau tidak, tapi setidaknya buat teman-teman yang lainnya saya sudah klarifikasi. Lalu dari kementerian juga sudah memahaminya dan tidak mempermasalahkannya, kita serahkan saja siapa yang salah dan siapa yang benar," terangnya.

    TAG :


    Berita TERKAIT