• Headline

    Ketua RT di Kopo Pergoki Dugaan Politik Uang

    Oleh : Asep Pupu Saeful Bahri11 Juni 2018 18:56
    fotografer: Asep Pupu Saeful Bahri
    INILAH, Bandung - Dugaan adanya politik uang dalam masa kampanye Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018 ditemukan di Kelurahan Kopo, Kecamatan Bojongloa Kaler. Warga mendapati adanya pembagian amplop berisi uang Rp. 30.000.

    Ketua RT 12, RW 7, Kelurahan Kopo, Asep Budiana menyatakan disamping sejumlah uang dalam amplol tersebut berisikan beberapa lembar brosur dari salah satu kandidat di Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Bandung, Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Barat dan disertai foto kader partai.

    "Isinya sama satu amplop, memilih salah satu paslon, dalemnya ada brosur, contoh surat suara yang ada foto paslonnya, terus uang 30 ribu dan ada kartu program gitu lah," kata Asep kepada wartawan, Senin (11/6).

    Asep menuturkan, penemuan dugaan praktek politik uang bermula ketika dia mendapat laporan dari anggota linmas akan adanya aktivitas buka bersama, yang diakomodir oleh salah seorang tim dari partai pengusung calon kepala daerah tersebut pada Sabtu, 9 Juni lalu dengan mengundang anak yatim.

    Namun setelah menjelang sore justru lebih banyak warga sekitar yang datang ke lokasi tersebut, Asep kemudian bertemu dengan pemilik rumah dengan maksud berkomunikasi, lantaran tidak ada pemberitahuan sebelumnya. Kemudian di lokasi berkumpul juga ausah terpasang alat peraga pasangan calon.

    "Yang punya tempat bilangnya ada buka bersama dan bagi-bagi buat anak yatim, kebetulan di rumah itu hanya ada ibunya memang udah tua dan memprihatinkan, kenyataannya banyak tamu banyak diundang anaknya dateng nanya ada apa? Terus bilangnya nggak tahu," terangnya.

    Asep pun tetap berada di lokasi untuk menelusuri pertemuan warga yang menurutnya berjumlah sekitar 60 orang. Namun setelah buka bersama dia mendapati warga yang datang dibagikan amplop.

    "Saya tanya sama warga yang dapet katanya harus mengumpulkan foto copy KTP, kalau nggak ada ya nggak dapet amplop," ujarnya.

    Asep yang masih penasaran kemudian menunggu sampai malam hari untuk bisa berkomunikasi dengan penyelenggara acara tersebut. Namun sayang, dia tidak mendapatkan kejelasan.

    "Itu acara Ibu Nunung, malemnya masih di sana udah jam 8 (malam) lewat saya hampiri ajak komunikasi katanya saya reses gitu aja, terus nggak mau diajak komunikasi dan langsung pergi aja," terangnya.

    Tidak berselang waktu lama, pada hari itu juga kemudian Asep pun melaporkan temuan adanya dugaan politik uang tersebut kepada Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) tingkat kecamatan pada pukul 22.00 WIB.

    Dari foto dokumentasi yang diperlihatkan Asep, amplop yang dibagikan berisi brosur pasangan calon gubernur nomor urut 2, yakni TB Hasanudin-Anton Charliyan, lalu pasangan calon wali kota yang juga nomor urut 2, Yossi Irianto-Aries Supriatna.[jek]


    TAG :


    Berita TERKAIT