• Headline

    10 Camat Berprestasi Kota Bandung Diberangkatkan ke Korsel

    Oleh : Asep Pupu Saeful Bahri05 Juli 2018 17:10
    INILAH, Bandung " Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memberangkatkan 10 Camat ke Korea Selatan pada 8-13 Juli ini. Keberangkatan para camat ke Seoul Human Resource Development Center ini sebagai hadiah bagi 10 kecamatan dengan nilai akumulasi tertinggi.

    Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil mengatakan, kesepuluh Camat tersebut bukan semata hanya liburan ke Korea Selatan. Namun untuk diikutsertakan semacam pelatihan dalam Program on Innovation in Public Sector Administration.

    “Saya melepas camat yang Senin berangkat ke Seoul mereka akan disekolahkan di lembaga pelayanan publik Korsel yang kelas dunia sehingga mereka bisa belajar dari negara maju bagaimana kualitas wilayah pelayanan publik, teknologi, kepemimpiman dan lainnya,” kata Ridwan di Plaza Balai Kota, Jalan Wastukencana, Bandung, Kamis (5/7).

    Sepuluh camat yang akan pergi ke Korea selatan tersebut adalah Dadang Iradi camat Cinambo, Enjang Mulyana camat Batununggal, Tubagus Agus Mulyadi camat Lengkong, Raden Sarjani Saleh camat Antapani, Hamdani camat Panyileukan, Yasa Hanifah camat Cidadap, Maman Rohman camat Cibeunying Kaler, Yudi Hermawan camat Sukajadi, Dedi Priadi Nugraha camat Coblong, dan Aniya Rachmawati Soerya Poetri camat Bojongloa Kidul.

    Secara berurutan dari peringkat teratas Kecamatan Cinambo mendapatkan penilaian akumulasi paling tinggi dengan nilai 93,56, Batununggal 89,89, Lengkong 88,08, Antapani 87,36, Panyileukan 87,25, Cidadap 87,18, Cibeunying Kaler 87,14, Sukajadi 87,13, Coblong 87,05 dan Bojongloa Kidul 87,04.

    “Yang dinilai segala rupa dari tugas pemerintahan, sampai camat yang dicintai warga juga nilainya ada untuk menunjukkan kualitas kepemimpinan itu dari atas, samping, dan bawah,” ujar pria yang akrab disapa Emil ini.

    Emil menuturkan pengambilan sepuluh peringkat teratas ini berdasarkan dari penilaian Evaluasi Kinerja (Evkin) camat dan lurah.

    Di mana dari 30 kecamatan di Kota Bandung dikategorikan dalam tiga kasta, penilaian paling rendah dikategorikan zona merah, lalu naik menjadi zona kuning dan yang terbaik masuk di zona hijau.

    Sekarang ini, lanjut Emil, Kota Bandung masih menyisakan tiga kecamatan yang masih belum optimal. Tiga kecamatan yang tergolong kategori zona kuning ini adalah Kecamatan Regol, Kiaracondong dan Andir.

    “Dari 30 kecamatan, 27 sudah rapot hijau, tiganya sudah zona kuning jadi standar pelayanan minimalnya sangat baik. Target tahun depan semua zona hijau. Semua camat ini terpilih dari kelompok sudah baik,” jelasnya.

    Dipaparkan Emil, selama satu pekan berada di Korea Selatan nantinya para camat akan mendapatkan sejumlah pelatihan singkat tentang pelayanan publik. Kemudian, sambung dia, turut dibekali juga pengetahuan soal tata kelola kewilayahan.

    Dengan anggaran total Rp 600 juta, Emil tak ingin keberangkatan 10 camat Kota Bandung ke Korea Selatan hanya sebatas kunjungan saja.

    Namun, sedikitnya diharapkan mampu mempertahankan standar atau bahkan meningkatkan kualitasnya dalam memimpin wilayah.

    “Tentang inovasi pelayanan publik, belajar smart city terkait kewilayahan, kualitas desain dan pemeliharaan wilayah, kepemimpinan. Dan akhirnya mereka harus bikin paper juga, jadi ini bukan hanya asal kunjungan gak jelas, ya emang belajar,” ungkapnya.

    Sebelumnya, Pemkot Bandung juga sudah mengirimkan sejumlah pejabatnya untuk menimba ilmu ke Singapura dan Amerika. Kali ini, mengingat hubungan yang cukup erat bersama pemerintah Kota Seoul, maka Korea Selatan menjadi tujuan berikutnya.

    “Karena ke Korea kita paling intens. Sampai wali kotanya bilang hubungan dengan Bandung ini sangat luar biasa dan saya berkewajiban memberi kerja sama yang terbaik,” pungkasnya.

    TAG :


    Berita TERKAIT