• Headline

    Kota Bandung Selama Tiga Hari Tanpa Wali Kota, Kenapa?

    Oleh : Asep Pupu Saeful Bahri01 Agustus 2018 17:37
    INILAH, Bandung - Setelah Ridwan Kamil mengakhiri masa jabatannya pada 16 September mendatang, Kota Bandung akan mengalami kekosongan pemimpin selama tiga hari. Karena wali kota baru yang terpilih dalam Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Bandung 2018 ini rencananya baru akan dilantik pada 20 September.

    Diutarakan Emil (panggilan Ridwan Kamil), dengan jeda waktu cukup sibgkat tersebut kemungkinan besar Kota Bandung akan dipimpin oleh Sekertaris Daerah (Sekda). Berbeda ketika dia cuti selama 130 hari lalu bersama-sama dengan Oded Muhammad Danial untuk mengikuti kampanye, Pejabat Sementara (Pjs) Wali Kota ditugaskan kepada Muhammad Solihin, yang merupakan Kepala Inspektorat Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

    "Ada tiga hari kekosongan, biasanya Sekda. Kalau jabatan pendek Sekda kalau agak panjang biasanya dari provinsi," kata Emil usai rapat paripurna khusus di Gedung DPRD Kota Bandung, Jalan Sukabumi, Rabu (1/8).

    Sebelum naik jabatan sebagai wali kota, Oded mempunyai jeda waktu selama tiga hari untuk melepas tanggung jawabnya sebagai pemimpin Kota Bandung. Berbeda dengan Emil yang begitu lepas sebagai wali kota Bandung, maka keesokan harinya langsung dilantik menjadi gubernur Jawa Barat.

    "Itu kabar dari KPU ada surat dari kemendagri bulan Januari yang menyatakan gelombang satu pelantikan gubernur 17 September, pelantikan wali kota bupati 20 September. Itu gelombang satu, ada gelombang selanjutnya," jelasnya.

    Emil mengaku tak sedikit pun merasa keberatan apabila tidak memiliki jeda waktu untuk rehat. Terlebih semua keputusan tersebut sudah diatur lewat peraturan pemerintah.

    "Saya mah ikut aturan saja. Karena posisi saya bareng satu-satunya yang berakhirnya pas, berakhir 16 (September) besoknya pelantikan tidak ada jeda sama sekali," ujarnya.

    Sementara itu, Oded Muhammad Danial mengaku akan memanfaatkan jeda waktu usai masa jabatan hingga kembali menjalani pelantikan dengan optimal. Walaupun tanpa ada wali kota definitif, dia yakin Kota Bandung akan tetap memiliki pemimpin sementara, mengingat roda pemerintahan yang harus tetap bergulir.

    "Ketika masa jeda itu bisa ngarenghap. Kalau Plt itu nanti Pak Wali (Emil) yang mengajukan. Walau pun tiga hari harus ada Plt, tidak boleh ada kekosongan," Oded memungkasi.[jek]

    TAG :


    Berita TERKAIT