• Headline

    Abubakar Berbelit Soal Pengumpulan dana SKPD

    Oleh : Ahmad Sayuti06 Agustus 2018 17:20
    fotografer: Syamsuddin Nasoetion
    INILAH, Bandung- Mantan Bupati Bandung Barat Abubakar berbelit-belit saat ditanya jaksa KPK soal pengumpulan dana di setiap SKPD. Namun, Abubakar mengakui dirinya mengumpulkan Kepala SKPD untuk diminta bantuan.

    Hal itu terungkap dalam sidang kasus dugaan suap dengan terdakwa mantan Kepala BKD KBB Asep Hikayat di Pengadilan Tipikor pada PN Kelas 1A Khusus Bandung, Jalan RE Martadinata, Senin (6/8/2018).

    Selama menjalani persidangan, Abubakar yang mengenakan kemeja putih lengan pendek duduk di kursi saksi dengan tangan kanan selalu memegang tongkat kayu alat bantu berjalannya.

    Saat ditanya jaksa soal pengakuan para kepala SKPD yang pernah dimintai bantuan secara materil dan moril oleh dirinya dan mantan Sekda KBB Maman S Sunjaya, Abubakar mengaku hal itu tidak semuanya benar.

    "Ada benar dan tidak. Saya minta bantuan agar (para kadis) kumpulkan bahan untuk visi-misi pencalonan Ibu (Elin Suharliah)," katanya.

    JPU KPK Budi Nugraha pun kemudian menanyakan ikhwal minta bantuan penggalangan dana kepada Abubakar.

    "Secara spesifik tidak pernah. Tapi ada," kata Abubakar.

    JPU KPK kemudian memutarkan rekaman percakapan antara Abubakar dan Weti Lembanawati. Dalam percakapan telepon yang disadap KPK tersebut, Abubakar menanyakan soal 'Potensi' yang dalam persidangan diketahui istilah tersebut digunakan untuk menanyakan dana atau uang.

    "Eta potensi (uang) teh tos aya teu acan?(itu potensi sudah ada belum?" tanya Abubakar kepada Weti dalam rekaman yang diputar di persidangan.

    Abubakar mengaku dirinya meminjam uang kepada Weti karena dapat kabar dari tim pemenangan Paslon 1 (Elin-Maman) ada kebutuhan mendesak. Makanya, dirinya meminjam kepada Weti yang dianggapnya sanggup menyiapkan dana sebagai Kadisnya yang paling loyal.

    Namun Weti membantah jika uang tersebut sudah dikembalikan Abubakar kepada dirinya. Saat ditanya lagi oleh jaksa soal uang tersebut, Abubakar hanya bisa menjawab lupa lagi.

    Saat awal persidangan Abubakar mengakui jika ada kerjasama setiap SKPD untuk penggalangan dukungan kepada Paslon nomor urut 1. Namun, setelah ditanya lagi tim Jaksa seolah-olah para Kadis yang menawarkan bantuan kepada Abubakar untuk penggalangan dana.

    "Saya tidak meminta, tapi Pak Adiyoto dan teman-teman yang berusaha membantu. Saya tidak mengiyakan, hanya senyum-senyum," ujarnya.

    Saat ditanyakan kepada Adiyoto, dia pun tidak menampiknya. Padahal sebelumnya, Adiyoto dan Weti serta para Kadis dimintai bantuan untuk penggalangan dana dengan nominal Rp 40-Rp 65 juta perdinasnya.

    Berdasarkan data dan fakta yang terungkap di persidangan, Abubakar tidak menampik adanya kerjasama SKPD untuk penggalangan dana, bahkan Abubakar mengakui jika memerintahkan anaknya Aulia Hasan Somantri untuk mengambil Rp 100 juta untuk kepentingan Pilkada istrinya Elin Suharliah. [jek]


    TAG :


    Berita TERKAIT