• Headline

    Kepala Dinas PUPR dan Stafnya Dianggap Beberkan Keterangan Palsu

    Oleh : Ahmad Sayuti06 Agustus 2018 18:12
    fotografer: Syamsuddin Nasoetion
    INILAH, Bandung- Kepala Dinas PUPR KBB Anugrah dan stafnya Erni Susanti tetap tidak mengakui telah memberikan uang Rp 50 juta sebagai dana 'bancakan' yang dikumpulkan para SKPD di lingkungan Pemkab Bandung Barat untuk kepentingan pencalonan Elin Suharliah-Maman S Sunjaya (Emas) di Pilkada KBB 2018.

    Hal itu terungkap dalam sidang kasus dugaan suap dengan terdakwa mantan Kepala BKD KBB Asep Hikayat di Pengadilan Tipikor pada PN Kelas 1A Khusus Bandung, Jalan RE Martadinata, Senin (6/8/2018).

    Anugrah dan Erin dihadirkan kembali di persidangan untuk dikonfrontir dengan kesaksian Weti Lembanawati dan Adiyoto. Di persidangan tim JPU KPK memutarkan perbincangan antara Adiyoto dan Anugerah lewat telepon yang disadap KPK.

    Namun, lagi-lagi Anugrah tidak mengakui jika suara yang ada dalam perbincangan tersebut merupakan suara dirinya meskipun Adiyoto mengakui itu percakapannya dengan Anugrah. Bahkan, beberapa kali pertemuan dengan Abubakar Weti dan Adiyoto menyebut-nyebut jika Anugrah ikut hadir.

    Bantahan tidak hanya diutarakan Anugrah, namun stafnya Erni Susanti yang mengantarkan uang kepada Caca untuk diserahkan kepada Weti pun ikut membantahnya.

    "Anda tetap tidak akan mencabut BAP? Dan tidak mengakui itu suara saudara," tanya JPU KPK.

    Anugerah dan Erni pun mengaku tetap pada pendiriannya dan tidak akan mencabut semua keterangan yang sudah dituangkannya dalam BAP saat penyidikan oleh KPK.

    Ketua Majelis Hakim Fuad Muhammadi ikut mengomentari dan menasehati para saksi. Menurutnya, saksi-saksi di persidangan dan bukti di persidangan sudah banyak yang mengatakan bahwa itu suara Anda.

    "Kenapa masih mangkir? Ada yang membisiki? Fakta dan buktinya sudah banyak. Jadi tersangka (pemberi keterangan palsu) sudah cukup bukti?" tanya majelis.

    Anugrah dan Erni tetap tidak mengakui hal tersebut. Baik soal percakapan di telepon maupun soal pemberian uang Rp 50 juta kepada Caca untuk diserahkan ke Weti.

    "Ya sudah terserah Pak Jaksa. Catatan untuk diteruskan," perintah Fuad kepada tim JPU KPK. [jek]

    TAG :


    Berita TERKAIT