• Eksekusi Rumah Keluarga Artis Meisya Siregar, Siswa SD Terpaksa Libur

    Oleh : Asep Pupu Saeful Bahri08 Agustus 2018 16:33
    fotografer: Inilah/Asep Pupu SB
    INILAH, Bandung - Sekolah Dasar Negeri (SDN) Karangpawulang terpaksa meliburkan kegiatan belajar mengajarnya, Rabu (8/8/2018). Hal itu merupakan dampak dari rencana eksekusi bangunan di Jalan Karawitan No 58, Kelurahan Turangga oleh Pengadilan Negeri Kelas IA Bandung.

    Meski eksekusi urung terlaksana, pemberitahuan libur pada Rabu (8/8/2018) sudah telanjur disebarkan pada 1.266 murid di SDN Karangpawulang. Sebab, pihak sekolah khawatir kejadian yang terjadi saat eksekusi pertama pada 25 Juli lalu kembali terulang.

    "Sebelumnya sudah ada pemberitahuan dari lurah hari Senin (6/8), terus akhirnya sudah ada keputusan diliburkan itu besoknya kita sebar surat. Hari ini nggak jadi katanya eksekusi, tapi sudah kadung diliburkan karena khawatir kemarin aja masa segitu udah repot, massa udah lebih dari ratusan," ucap Tati Sumarni, Humas SDN 164 Karangpawulang, Rabu (8/8/2018).

    Ketika eksekusi pertama lalu, Jalan Karawitan ditutup total karena ada pergerakan massa Ormas GIBAS yang ikut mempertahankan bangunan di Jalan Karawitan No 58 dari eksekusi. Sebab, Biro Pelayanan dan Bantuan Hukum (BPBH) GIBAS dipercaya menjadi kuasa hukum atas bangunan yang terdeteksi milik keluarga artis Meisya Siregar tersebut.

    Tati mengungkapkan suasana cukup mencekam terjadi saat eksekusi pada 25 Juli lalu. Massa Ormas GIBAS sampai melakukan pembakaran ban bekas di tengah Jalan Karawitan. Walhasil ketika itu pihak sekolah pun menutup rapat akses dari sekolah dan menunggu sampai suasana mereda.

    "Justru itu, dijaga anak anak tidak boleh ada yang ke depan, ya nggak baik lah ya kan bawa kayu panjang terus silih baledog. Gerbang kita kunci aja kan itu dua lapis gerbangnya," jelasnya.

    Tati menuturkan ketika terjadi kericuhan eksekusi di Jalan Karawitan saat itu SDN Karangpawulang sedang menerima kunjungan dari Korea Selatan. Selain mengancam keselamatan murid, kejadian tersebut juga membuat pihak sekolah malu oleh tamunya.

    "Itu pemberitahuan pagi-pagi harus libur tapi kita kedatangan ada tamu dari Korea, lagi ada kunjungan balasan, makanya kita kunci di depan semua apalagi banyak tamu, malu lah. Kebetulan ada pentas seni dan fokus sama tamu dari Korea jadi sedikit teralihkan," terangnya.

    Menurut Tati keputusan libur secara mendadak ini sudah ditembuskan kepada pihak Dinas Pendidikan. Selanjutnya dia masih belum bisa memastikan apakah SDN Karangpawulang akan kembali diliburkan atau tidak. Sebab eksekusi bangunan di Jalan Karawitan No 58 masih belum selesai.

    "Nanti tergantung kebijakan kepala sekolah dan lurah. Tapi apapun intinya mengganggu institusi umun, anak-anak kasihan dirugikan sehari," dia mengungkapkan.

    Tati menyatakan sejauh ini tidak ada respons negatif dari orang tua murid. Namun pastinya dia berharap suasana di Jalan Karawitan bisa tetap kondusif sekalipun sedang dilakukan eksekusi bangunan, karena banyak pihak yang dirugikan selain dari sekolah

    "Intinya merugikan banyak orang, secara materi juga pedagang libur semua mau jajan juga nggak bisa. Kalau orang tua murid juga setidaknya mereka berterimakasih, kan khawatir juga keselamatan anak anaknya," pungkasnya. [gin]

    TAG :


    Berita TERKAIT