• Headline

    Aher Angkat Bicara Soal Maju ke DKI 2

    Oleh : Rianto Nurdiansyah13 Agustus 2018 20:02
    INILAH, Bandung-Mantan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan urung menjadi calon legislatif (Caleg) DPR RI setelah diminta mundur dari pencalonan oleh DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Menyusul kabar , pria karib disapa Aher ini masuk bursa wagub DKI Jakarta mengingat kosongnya jabatan setelah ditinggalkan Sandiaga Uno yang maju ke Pilpres 2019.

    Mengenai itu, Aher pun angkat bicara. Dia mengaku, tidak mengetahui telah dihubungkan dengan posisi DKI-2 itu.

    "Saya diminta nyaleg, terus saya segera menyelesaikan pemberkasan. Sudah selesai, tanggal 31 diminta mundur pencalegan karena khawatir ada penugasan khusus," ujar Aher saat ditemui di kediamannya di kawasan Setraduta, Kota Bandung, Senin (13/8/2018).

    Diketahui, sebelumnya Aher masuk dalam 9 nama yang diusulkan PKS untuk mendampingi Prabowo pada Pilpres 2019. Sedangkan proses pendaftaran Aher pada Pileg pun bersamaan dengan proses pencarian cawapres untuk Prabowo.

    "Saat itu kemungkinannya karena ada pernyataan KPU Bacaleg enggak boleh jadi Bacapres atau Bacawapres mungkin karena itu. Dan cawapres bagi PKS kan masih terbuka saat itu," paparnya.

    Namun momen tersebut, kata dia, sudah lewat tatkala Prabowo menjatuhkan pilihan kepada Sandiaga Uno sebagai pendampingnya.

    "Nah sampai disitu clear, jelas masalahnya. Tapi ketika dikaitkan cawagub DKI, waduh saya enggak tahu menahu itu," imbuh Aher.

    Aher pun enggan berandai-andai apabila kelak dia memang diberi mandat untuk mencari peluang di posisi DKI-2. Dia enggan berkomentar banyak soal kabar yang beredar saat ini.

    "Saya belum bisa berkomentar karena kalau saya mengatakan siap, sudah ada ancang-ancang, ada informasi. Tapi saya belum bisa komentar, saya santai saja menikmati masa-masa transisi," ucapnya.

    Hanya saja, dia tak menampik kenal dekat dengan Gubernur DKI Jakarta saat ini, yakni Anies Baswedan. Bahkan, kata dia, sudah mengenal Anis sejak menjabat sebagai rektor di Universitas Paramadina.

    "Pas jadi gunernur kita sering ketemu, ada sejumlah pertemuan dan silaturahmi," ungkapnya.


    Lebih lanjut, mengenai pertarungan Pilpres 2019 Aher berharap proses demokrasi berjalan lancar tanpa ada gesekan. Kata dia, biarkan masyarakat memilih pasangan yang diharapkan untuk pemimpin negeri.

    Aher juga mengaku tidak kaget saat Prabowo memilih Sandiaga Uni sebagai cawapres. Begitu puda pada pasangan lainnya Joko Widodo yang memilih Ma'ruf Amin.

    "Politik memang seringkali mengejutkan dua duanya mengejutkan," ucapnya.

    Namun menurut Aher, Prabowo dan Sandiaga Uno adalah pasangan yang saling melengkapi. Di mana Prabowo mewakili aspirasi masyarakat senior, sementara Sandiaga Uno mewakili pemilih milenial.

    "Perpaduan antara generasi senior dan milenial itulah sosok antara Prabowo dan Sandiaga Uno," pungkasnya.[jek]

    TAG :


    Berita TERKAIT