• Oded Berharap PT BII Ikut Dongkrak PAD

    Oleh : Asep Pupu Saeful Bahri20 Agustus 2018 20:00
    INILAH, Bandung " Wakil Wali Kota Bandung Oded Muhammad Danial berharap kehadiran PT Bandung Infra Investama (BII) bukan hanya sebatas Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang membantu percepatan pembangunan.

    Oded melihat keberadaan BII ini memiliki prospek cerah untuk bisa menambah penghasilan daerah. Tiga bidang utama yang dikelola PT BII, yakni transportasi, infrastruktur dan telekomunikasi saat ini terus menunjukkan perkembangan.

    “Apabila pengelolaannya baik, diharapkan PT BII ini bukan hanya membantu pembangunan. Tapi bisa memberikan PAD (Pendapatan Asli Daerah) bagi Kota Bandung," kata Oded saat ditemui di ruang kerjanya, di Plaza Balai Kota, Jalan Wastukencana, Bandung, Senin (20/8).

    Dari hasil pertemuannya dengan para direksi PT. BII, proyek besar yang akan dihadapi nanti adalah pembuatan dakting, Light Rail Transit (LRT), Penerangan Jalan Umum (PJU), dan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa).

    Hanya saja, Oded menyatakan khusus untuk pembanguann PLTSa belum bisa langsung dieksekusi karena masih ada beberapa poin yang harus disingkronkan dengan Peraturan Daerah (Perda).

    “Jadi yang bisa itu paling nanti itu dakting, PJU dan penyertaan modal. Arahan saya pada mereka agar jadi BUMD yang bisa mengerjakan berbagai proyek infrastruktur di Kota Bandug yang besar-besar,” jelasnya.

    Salah satu sektor pekerjaan PT. BII yang menjadi sorotan kini adalah untuk penyertaan modal berupa aset. Bagi Pemerintah kota (Pemkot) Bandung sendiri persoalan aset ini cukup krusial mengingat masih ada aset senilai 1,1 triliun rupiah yang belum jelas statusnya.

    “Masalah aset itu yang penting prosesnya, penyertaan modal aset ini harus melalui appresial. Jangan sampai kalau kalau appresial nggak qualified ya merugikan kita,” ungkapnya.

    Oded juga menambahkan khusus untuk penyertaan modal berupa aset ini PT. BII jangan hanya berorientasi pada keuntungan saja, walaupun ada target untuk bisa ikut menambah PAD. Namun dia mengingatkan agar memberikan dampak sosial dan lingkungan yang positif bagi masyarakat Kota Bandung.

    “Saya harap pemanfaatannya tidak hanya menimbang aspek keuntungan semata. Tapi juga harus ada aspek sosial dan bina lingkungan sekitar,” pungkasnya. [gin]


    TAG :


    Berita TERKAIT