• Headline

    Plh Wali Kota Bandung Ungkap Solusi Masalah Rumah Pak Eko

    Oleh : Asep Pupu Saeful Bahri18 September 2018 14:16
    fotografer: Asep Pupu Saeful Bahri
    INILAH, bandung - Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Bandung, Dadang Supriatna terjun langsung mendatangi rumah milik Eko Purwanto, yang berada di RT 05 RW 06 Kelurahan Pasir Jati, Kecamatan Ujung Berung. Dia mencoba mengamati rumah tanpa akses jalan tersebut dari segala sisi.

    Dadang pertama masuk ke rumah milik Ibu Rohanda, yakni bangunan di atas lahan yang diarsir dalan denah dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) milik Eko dan serupa juga milik Rahmat. Kemudian dia mencoba melihat celah dari bangunan di belakang rumah Eko, yakni rumah milik Ibu Imas.

    Selanjutnya Dadang masuk ke rumah Eko melalui bangunan milik Rahmat yang dihadirkan dalam kesempatan tersebut. Dia masuk lewat pintu belakang bangunan Rahmat yang kini difungsikan sebagai kos-kosan.

    "Kita saat ini melihat di lapangan mengenai kemungkinan-kemungkinan akses dari sisi regulasi dan dari sisi sosialnya. Tentunya hasil di lapangan ini menjadi rumusan kita untuk membahas berdasarkan data di lapangan ini," kata Dadang saat diwawancarai usai peninjauaan, Selasa (18/9).

    Selain aparatur kewilayahan, Dadang juga turut didampingi oleh petugas dari Dinas Tata Ruang (Distaru), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol) PP dan Badan Pertanahan Nasional (BPN). "Ini akan segera kita rapatkan kita pertimbangkan untuk pengambilan keputusan," Dadang menambahkan.

    Dari pengamatan di lapangan, Dadang melihat bahwa dari denah yang ditunjukan oleh BPN ternyata terdapat fasilitas sosial (fasos) atau fasilitas umum (fasum) kini sudah dibangun sebuah rumah pemanen. Rumah tersebut yang kini ditempati oleh Ibu Rohanda.

    "Yang pertama dari data yang ada berdasarkan data di BPN sudah terututup dengan rumah atau angunan. Sudah tertutup yang masuk ke akses ini kita melihat dari data BPN," tegasnya.

    Sebagai solusinya, Dadang menuturkan terdapat dua alternatif untuk bisa membuka akses jalan menuju rumah Eko. Jalan pertama bisa dibuat dari rumah milik Ibu Imas yang berada di belakang rumah Eko, dengan memperlebar celah di sebelah kiri rumah Eko.

    Alternatif keduanya, Dadang bisa membuka kembali fasos fasum sesuai denah BPN. Dengan kata lain solusi ini yakni melakukan pembongkaran sebagian dari bangunan rumah milik Ibu Rohanda.

    "Ini ada beberap alternatif tadi. Melihat sesuai data formal yang ada di BPN atau dengan tetangga terdekat. Kebetulan tetangga terdekat yg memungkinkan bisa dari depan bisa dari sini (samping)," jelasnya.

    Namun untuk saat ini Dadang belum bisa menentukan bakal mengambil langkah mana guna membuka akses jalan menuju rumah Eko. Terlebih, baik Eko maupun Ibu Imas juga tidak berada di tempat pada saat dia melakukan peninjauan.

    "Ke pingir ini yang tadi peninjauan kedua (rumah Ibu Imas), namun pemilik rumahnya tidak ada di tempat. Pak ekonya juga gak ada di tempat, sehingga kota belum bisa berunding. Kita hanya bisa lihat dari posisi dinlapangan," ujarnya.

    Setelah mendapatkan data di lapangan ini, Dadang akan secepatnya membahas persoalan ini bersama seluruh pihak terkait di ruang lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung. "Kita akan rapatkan internal sesuai data yg ditemukan di lapaangan," pungkasnya.[jek]

    TAG :


    Berita TERKAIT