• Korupsi Bupati KBB, Kadiskominfo Sempat Koordinir Dana ‘Bancakan’

    Oleh : Ahmad Sayuti01 Oktober 2018 16:15
    fotografer: Ahmad Sayuti
    INILAH, Bandung- Kadiskominfo Kabupaten Bandung Barat (KBB) Ludi sempat mejadi koordinator pengumpulan dana untuk mantan Sekda KBB Maman S Sunjaya. Namun uang yang terkumpul dikembalikan lagi oleh Maman.


    Hal itu terungkap dalam sidang kasus suap terhadap Bupati Bandung Barat Abubakar , dengan terdakwa Abubakar, mantan Kadisperindag KBB Weti Lembanawati, dan Mantan Kepala Bapeda Adiyoto, di Pengadilan Tipikor pada PN Kelas 1A Khusus Bandung, Jalan RE Martadinata, Senin (1/10/2018).

    Sidang dengan agenda kesaksian tersebut, JPU KPK menghadirkan enam orang saksi, yakni mantan kepala BKD KBB Asep Hikayat (divonis lima tahun, Kabid Bapelitbangda Yusep, Kadisdik Imam Santoso, Kadinkes Hernawan Wijayanto, Kdisbudpar Sri, dan Kasubag Program Bapelitbangda Prasetiyo.

    Dalam sidang yang dipimpin Fuad Muhammadi, tm JPU KPK yang dipimin Budi Nugraha awalnya menanyakan soal uang urunan yang diberikan kepada Weti dan Adiyoto kepada terdakwa Abubakar saat dirinya masih menjabat Bupati Bandung Barat.

    Semua saksi yang dihadirkan di persidangan mengakui memberikan uang sumbangan untuk kepentingan Pilkada istri Abubakar yang dikooridinir oleh Weti Lembanawati dan Adiyoto. Sepert I yang diungkapkan terpidana Asep Hikayat.

    Dirinya mulai menyetorkan urunan atau bancakan untuk kepentingan Pilkada dan Abubabar pada September 2017. Dana sumbangan sendiri berasal dari pemotongan APBD di SKPD yang dipimpinnya, yakni BKPSDM.

    ”Untuk 2017, ada pemotongan anggaran sekitar 20 persen. Sementara di 2018, pemotongan anggaran sebesar 15 persen.” Ujarnya.

    Dirinya yang saat itu menjabat sebagai Kadis langsung diminta ‘sumbangannya’ oleh Adiyoto untuk kepentingan Pilkada dan Abubakar. Terlebih setiap kali para kadis dikumpulkan, Abubakar selalau mengutarakan niat istrinya (Elin) untuk ikut Pilkada KBB 2018.

    Sebelum kena OTT KPK. Asep Hikayat sudah menyetrokan uang dengan total Rp 312 juta. Semua disetorkan secara bertahap ke Weti Lembanawati atas perintah Adiyoto.

    Sementara itu, Kadis Budpar Bandung Barat Sri S mengaku sempat ikut menyetorkan uang untuk kepentingan mantan Sekda KBB Maman S Sunjaya yang dikooridinir langsung oleh Kadiskominfo Ludi Awaludin dan diserahkan ke Weti.

    ”Namun uang tersebut ditolak Pak Maman, dan dikembalikan lagi,” katanya.

    Berdasarkan fakta di persidangan uang yang dikooridinir Ludi sekitar Rp 250 juta, sebelum akhirnya dikembalikan lagi oleh Maman S Sunjaya.

    JPU KPK Feby di persidangan mengaku heran kepada para kadis yang mau diperintah oleh Weti dan Adiyoto untuk menyetorka sejumlah uang. Sebagaian para kadis mengaku itu dilakukan sebagai loyalitas kepada pimpinan (Abubakar), dan ada juga yang mengaku ingin bisa kerja nyaman.

    ”Apakah saksi pernah mendengar terdakwa Abubakar menyatakan kadis yang loyal akan dibina, dan yang tidak akan dibinasakan,” tanya Feby kepada para saksi.[jek]


    TAG :


    Berita TERKAIT