• Headline

    Pemkot Bandung Ungkap Fenomena Tanah Mencair Sekitar Patahan Lembang

    Oleh : Asep Pupu Saeful Bahri11 Oktober 2018 15:57
    INILAH, Bandung - Keberadaan Sesar Lembang bukan hanya mengancam Kota Bandung lewat gempa bumi saja. Namun, ternyata turut berpotensi terjadinya pencairan tanah atau likuifaksi seperti yang terjadi di Sulawesi Tengah.

    Fenomena tanah yang mencair atau likuifaksi marak diperbincangkan setelah gempa bumi berkekuatan 7,4 skala richter mengguncang Sulawesi Tengah. Bahkan akibat bencana tersebut mampu menghilangkan sebuah perkampungan bernama Petobo yang amblas ke dalam tanah.

    Kasubit Perencanaan Tata Ruang dan Lingkungan Hidup Bappelitbang Kota Bandung Andry Heru Santoso menyatakan setidaknya ada 10 kecamatan di Kota Bandung yang berpotensi besar terjadi likuifaksi akibat efek gempa bumi, atau pergeseran tanah di patahan Sesar Lembang.

    "Ada 10 kecamatan yang tanahnya berpotensi besar likuifaksi akibat efek gempa bumi. Diantaranya adalah Bandung Kulon, Babakan Ciparay, Bojongloa Kaler, Bojongloa Kidul, Astana Anyar, Regol, Lengkong, Bandung Kidul, Kircon dan Antapani," kata Andri di Taman Sejarah, Jalan Aceh, Bandung, Kamis (11/10).

    Andri mengklaim data potensi terjadinya likuifaksi di Kota Bandung ini adalah hasil penelitian yang dilakukan Bappeda (sekarang Bappelitbang) bersama pusat mitigasi bencana ITB dan United Nation PBB. Penelitian ini dilakukan pada rentang waktu tahun 1992 hingga 2000.

    "Ini sebenarnya penelitian lama, artinya perlu dikaji kembali. Informasi ini juga jangan jadi ketakutan, karena ini baru melihat bahwa potensinya disitu. Kejadian gempa juga tidak tahu kapan tapi untuk mempersiapkan diri lebih baik," jelasnya.

    Andri menyerukan kepada masyarakat Kota Bandung agar jangan terlalu khawatir drnhan adanya informasi ini. Karena, data ini bukan muncul dikarenakan ada kejadian di Sulawesi Tengah, namun telah diperhitungkan sejak lama dan dibuat sejumlah langkah antisipasi.

    "Kita harus bisa mencontoh seperti di Jepang, warganya berteman dengan gempa. Banyak langkah antisipasi yang dilakukan salah satunya menyiapkan rumah antigempa dan lainnya," tegasnya.

    Guna meningkatkan kesadaran masyarakat Kota Bandung terhadap bencana alam, Andri menyatakan Pemerintah Kota (Pemkot) akan melakukan evaluasi terhadap sejumlah bangunan, terutama bangunan yang memiliki ketinggian diatas rata-rata. Kemudian sosialisasi dan simulasi kebencanaan juga akan semakin digalakkan.

    "Kita akan coba evaluasi perizinan persyaratan bangunan, minimal ada upaya untuk meminimalisir resiko, dipersiapkan di dalam bangunan juga ada jalur evakuasi. Jadi persiapan secara teknis kita perkuat tentang bangunan gedung dan jalur evakuasi bagaimana kalau terjadi gempa ini harus mulai diinformasikan kepada masyarakat. Jadi intinya informasi ini bukan untuk membuat panik tapi harus siap," pungkasnya.[jek]

    TAG :


    Berita TERKAIT