• 600 Rumah di Sempur Tak Punya Septic Tank

    Oleh : Syafri Ario30 November 2016 20:08
    •  Share
    •  Tweet
    Sebanyak 600 rumah di Kelurahan Sempur, Kecamatan Bogor Tengah, tidak memiliki pengolah kotoran tinja atau septic tank. Akibatnya, kotoran tersebut langsung mencemari Sungai Ciliwung.

    Lurah Sempur Rena Da Prina mengatakan, saat ini tercatat 600 rumah di wilayahnya belum memiliki septic tank. Kotoran tersebut langsung dibuang warga ke Sungai Ciliwung. Berdasarkan data, setiap rumah biasanya dihuni lebih dari satu kepala keluarga (KK).

    “Kalau misalnya ada dua KK dengan masing-masing satu anak, maka dalam satu rumah terdapat enam jiwa. Jadi, kalau 600 rumah belum memiliki septic tank, maka sebanyak 3.600 orang melakukan (BAB)-nya langsung mengalir ke Sungai Ciliwung,” ujar Rena kepada wartawan, Rabu (30/11).

    Menuru Rena, keberadaan Sungai Ciliwung sangat penting karena masih banyak digunakan warga untuk kegiatan mandi cuci kakus. Sementara sistem pembuangan warga langsung menuju ke sungai. Akibat aktivitas buang air besar (BAB) warga, sungai tercemar semua jenis kotoran yang mengandung bakteri escherichia coli (Ecoli). Padahal bakteri itu menghasilkan racun, merusak ginjal dan organ tubuh lainnya serta melemahkan dinding usus kecil terutama pada anak-anak.

    “Banyak masyarakat yang masih memfungsikan sungai sebagai kamar mandi. Terkadang mereka mencuci pakaian hingga peralatan makan dan mandi pun dilakukan di Sungai Ciliwung. Jadi saya khawatir mereka tidak bisa hidup sehat,” ujarnya.

    Rena menuturkan, wilayah Sempur memiliki jumlah penduduk lebih dari 7.000 jiwa dengan 5.000 rumah. Untuk mengatasi itu, pemerintah memprogramkan pembuatan 1.000 septic tank secara gratis di seluruh Kota Bogor.

    “Saya sudah sampaikan kepada warga bahwa ada program pemasangan 1.000 septic tank gratis. Namun tanggapannya beragam, dari yang tidak adanya lahan hingga memang tidak perlu, karena dari dulu merasa sehat-sehat saja,” tuturnya. (dey)