• Imigrasi Bogor Amankan Tenaga Kerja Asing Ilegal

    Oleh : Reza Zurifwan10 Januari 2017 19:53
    fotografer: Reza Zurifwan
    INILAH, Bogor - Puluhan petugas Kantor Imigrasi Bogor dan Tim Pemantau Orang Asing butuh jalan kaki selama satu setengah jam untuk menangkap 18 Tenaga Kerja Asing asal Cina yang diduga ilegal di lahan tambang milik PT. Bintang Cindai Mineral Geologi (BCMG) Tani Berkah di Desa Cinta Manik, Cigudeg Kabupaten Bogor.

    Kantor Imigrasi membagi tim A dan B agar proses penangkapan TKA ilegal ini lebih maksimal, baik dari atas Gunung Cihideung, Desa Banyuwangi maupun kaki Gunung Guruh, Desa Cinta Manik.

    "Setelah kami telusuri baik dari mess maupun areal kerja, akhirnya kami sementara ini mengamankan 18 orang TKA, dimana 11 orang diantaranya tidak mengantongi Kartu Tinggal Sementara (KITAS) dimana masa kerjanya ada yang dua bulan hingga ," ujar Kepala Kantor Imigrasi Bogor, Herman Lukman, Selasa (10/1/2017).

    Dari para TKA ilegal ini, Kantor Imigrasi Bogor dan Timpora mengamankan paspor. uang, handphone dan barang bukti lainnya.

    "Informasi adanya TKA ilegal ini dari masyarakat sekitar, dari penangkapan TKA ini 3 orang berjenis kelamin perempuan dan 15 orang lainnya berjenis kelamin pria. 11 orang TKA yang memiliki KITAS juga akan kami dalami keabsahannya" tambahnya.

    Herman meminta dukungan masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Bogor, agar penggunaan TKA ini sesuai aturan yang berlaku.

    "Kami harap masyarakat melaporkan apabila ada kecurigaan TKA ilegal di wilayahnya, sementara dari Pemerintah Daerah Kantor Imigrasi berharap ada dukungan berupa peminjaman mobil dinas, karena Kantor Imigrasi jangkauan kerjanya sangat luas yaitu meliputi Kota dan Kabupaten Bogor," papar Herman.

    Masyarakat sekitar bernama Bayu mengaku penggunaan TKA ilegal di PT. BCMG Tani Berkah yang dipimpin Warga Cina bernama Ling Fei jumlahnya bisa mencapai ratusan orang.

    "Dugaan kami PT. BCMG Tani Berkah mengerjakan TKA ilegal asal Cina, dan jumlahnya diperkirakan mencapai 200 orang," kata Bayu,

    Ia menuturkan, dua bulan lalu. Kantor Imigrasi dari DKI Jakarta dan Bogor telah menangkap 11 orang TKA ilegal asal Cina.

    "Dua bulan lalu tertangkap 11 orang TKA ilegal asal Cina dan diamankan di Kantor Polsek Cigudeg, tapi hingga kini saya tak tau nasibnya apakah lanjut atau bagaimana?," ucapnya.

    Tidak tertangkapnya TKA ilegal asal Cina ini dikarenakan para pekerja ini kabur ke arah lubang galian tambang di dekat perkampungan warga.

    "Petugas imigrasi mengejarnya kurang maksimal karena mungkin tak tau kalau mereka kabur ke lubang galian dekat pemukiman warga. Untuk menyamarkan bahwa ini tenaga kerja lokal, para pekerja ini diajari bahasa Indonesia," terang Bayu.

    Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bogor Kukuh Sri Widodo menyayangkan keberadaan para TKA ilegal di Bumi Tegar Beriman.

    "Kami bukannya menolak TKA tetapi keberadaannya harus sesuai prosedur dan membayar pajaknya sebesar 12.000 US$ pertahun. Dengan statusnya yang," kata Kukuh Sri Widodo.

    Ia menanyakan, kenapa untuk tenaga buruh. Para perusahaan menggunakan TKA. Padahal harusnya mereka merekrut tenaga kerja lokal.

    "Terus terang kami kecewa karena disaat yang sama jumlah pengangguran di Bumi Tegar Beriman mencapai lebih dari 300 ribuan. Saya minta sesuai Undang - undang 23 tahun 2013, TKA yang bekerja di Indonesia harus punya keahlian dan bisa mentransfer ilmunya kepada para pekerja lokal dan memiliki pendamping," tegas politisi Partai Gerindra ini.

    Freddy translatter PT. BCMG Tani Berkah berkilah, TKA yang diduga ilegal sebenarnya sedang mengurus izin kerja atau KITAS.

    "Sebenarnya kita sedang mengurus izin kerja atau KITAS di Jakarta. Namun mereka yang tertangkap ini kebetulan belum selesai izinnya. Kami akui dari 10 orang, ada beberapa yang bukan termasuk tenaga ahli," pungkas Fredy.

    Dalam pengungkapan dan penangkapan TKA ilegal ini, Petugas Kantor Imigrasi sempat berkelahi dengan bos TKA bernama Lingfei, hingga ia harus dilumpuhkan dan di borgol tangannya. [jek]



meikarta.. the world of ours