• Motivasi Belajar Kota Bogor Minim Meski Banyak Sekolah

    Oleh : Rizki Mauludi11 Januari 2017 19:32
    •  Share
    •  Tweet
    INILAH, Bogor - Di Kota Bogor masih ada anak usia wajib belajar yang tidak bersekolah, hal ini seolah menjadi ganjalan bagi program wajib belajar 12 tahun. Padahal daya tampung pendidikan dasar yaitu PAUD ataupun TK, Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kota Bogor sudah dirasakan cukup.

    Sampai saat ini Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor masih mencarikan solusinya karena motivasi belajar yang minim menjadikan mereka malas belajar, selain itu aparat wilayah Lurah diminta untuk proaktif mengajak masyarakatnya untuk prioritaskan pendidikan.

    Sekretaris Disdik Kota Bogor Fahrudin mengatakan, pemerintah selama ini menggulirkan wajib belajar bagi warganya, sehingga seharusnya sudah tidak ada yang namanya anak putus sekolah di Kota Bogor. "Di wilayah Kota Bogor daya tampung anak sekolah itu cukup, lembaga PAUD cukup, SD sampai SMA tercukupi malah melebihi. Karena terdata banyak siswa dari luar Kota Bogor bersekolah disini," ungkap Fahrudin dihubungi INILAH pada Rabu (11/1/2017).

    Fahrudin menjelaskan, untuk biaya selama ini juga digratiskan untuk wajib belajar 9 tahun pada jenjang pendidikan SD dan SMP. Sementara tingkat SMA sedsng proses hingga nantinya wajib mengemban pendidikan SMA. Disamping itu, tersedia kuota 20% bagi anak kurang mampu sekolah di tingkat SMP, SMA dan SMK Negeri untuk mereka tetap belajar.

    "Tapi tidak dipungkiri ada beberapa faktor penyebab anak usia wajib belajar tidak bersekolah seperti yang saya rasakan sendiri. Dari 30 anak yatim yang diasuh ada beberapa anak diantaranya tidak mau untuk bersekolah, dan itu tidak didorong dengan motivasi oleh keluarganya," tambahnya.

    Fahrudin melanjutkan, setelah ditanyakan mereka beralasan ingin berdagang membantu orang tuanya. Ada juga anak yang memang sama sekali tidak mau untuk bersekolah, meski dipaksakan karena sudah nyaman untuk mencari penghasilan sendiri. "Jadi dalam hal ini perlu dan harus ada dukungan dari orang tua atau keluarga untuk memberikan semangat kepada anak-anak. Karena program wajib belajar itu sangat penting," tuturnya.

    Fahrudin juga mengakui, angka anak putus sekolah di Kota Bogor masih ada, tetapi angkanya masih terbilang tidak mencolok atau tinggi. Karena sebabnya sendiri bukan karena fasilitas atau biaya pendidikan, tapi yaitu masih kurangnya dukungan orang tua terhadap anak untuk sekolah. "Karena itu Disdik akan terus mengambil langkah untuk mendorong wajib belajar, salah satunya kerja sama dengan aparatur kelurahan hingga tingkat Rukun Tetangga (RT) termasuk dengan tokoh masyarakat turut berperan serta menyampaikan program-program Disdik," terangnya.

    Ia memmintas, lurah sampai RW, RT dan tokoh masyarakat untuk membantu anak-anak yang malas sekolah, begitu juga menginformasikan ke Disdik jika ada anak-anak yang kesulitan masuk sekolah. Strateginya sekarang mengajak masyarakat agar anak-anak semangat masuk sekolah. "Anak usia wajib belajar yang tidak bersekolah di Kota Bogor masih banyak ditemui di wilayah Bogor Selatan dan Bogor Barat. Sedangkan untuk perkembangan kemajuan pesat dalam dunia pendidikan saat ini adanya di wilayah Bogor Utara," tutupnya. [jek]