• Blanko Tak Ada, Nurhayanti Tetap Himbau Warga Rekam e-KTP

    Oleh : Reza Zurifwan11 Januari 2017 20:48
    fotografer: Reza Zurifwan
    •  Share
    INILAH, Bogor - Walaupun blanko e - KTP belum datang dari Kementerian Dalam Negeri, Bupati Bogor Nurhayanti meminta masyarakat tetap melakukan proses perekaman.

    Akibat dari belum adanya blanko e - KTP dari pemerintah pusat ini, 110.000 masyarakat menunggu dengan sabar akan fisik e - KTP.

    "Secara aturan kita ga boleh mengadakan sendiri blanko e - KTP, jadi terpaksa kita harus sabar menunggu blanko tersebut dan sambil menunggu yang penting masyarakat merekam datanya dan dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) akan mengeluarkan Surat Keterangan Kependudukan," ujar Nurhayanti, Rabun (11/01/2017).

    Kabupaten Bogor, menurut data Disdukcapil menerangkan setidaknya penduduk Bumi Tegar Beriman mencapai 4.156.000 jiwa. Dari jumlah tersebut penduduk yang harus memiliki setidaknya berjumlah 3.000.000 jiwa.

    "Berbeda dengan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menyatakan jumlah penduduk Kabupaten Bogor mencapai 5.400.000 jiwa. Data di kami jumlah penduduk ada 4.156.000 dan 3.000.000 jiwa diantaranya harus ber e - KTP. Saat ini jumlah penduduk yang ber e - KTP baru 2.800.000an," kata Kepala Disdukcapil Oetje Soebagdja.

    Data kependudukan yang ber e - KTP ini terus dikejar, karena jumlah penduduk ber e - KTP akan dimasukkan dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) untuk Pemilihan Umum.

    "Jadi DPT itu diambil dari data jumlah masyarakat yang disetorkan Disdukcapil ke Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD)," tambahnya.

    Oerje berharap Kementerian Dalam Negeri di bulan Maret mendatang memberikan blanko e - KTP kepada Pemerintah Daerah.

    "Tentunya seluruh Pemerintah Daerah (Pemda) mengharapkan blanko e - KTP dikirim minimal bulan Maret. Karena bagaimanapun mulai tahun 2017, beberapa wilayah di luar Bogor akan mengadakan proses Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada)," harapnya.

    Demi mengejar jumlah masyarakat yang memiliki e - KTP ini, sejak tahun lalu Disdukcapil sudah mengadakan tambahan alat perekam dan mesin cetak e - KTP.

    "Kami sudah menambah personil dan juga alat perekam dan mesin cetak e - KTP dimana dari 10, menjadi 20 alat perekam dan mesin cetak e - KTP. Dengan tambahan personil dan alat ini, setidaknya dalam sehari kami bisa merekam dan mencetak 300 e - KTP perhari," pungkasnya. [jek]