• Ribuan Tenaga Kerja Asing Serbu Kabupaten Bogor

    Oleh : Reza Zurifwan11 Januari 2017 20:53
    •  Share
    INILAH, Bogor - Tenaga Kerja Asing (TKA) di Kabupaten Bogor jumlahnya mencapai 1.121 jiwa. Bahkan diduga jumlah mereka dilapangan diperkirakan lebih dari itu.

    Perkiraan itu didasari dari beberapa penemuan Kantor Imigrasi bersama Tim Pemantau Orang Asing (Timpora) dibeberapa tempat Perusahaan Milik Asing (PMA) seperti Sukamakmur, Cileungsi dan Cigudeg, dimana mereka mempekerjakan para TKA ilegal.

    "Data yang tercatat ada 1.121 jiwa TKA dimana TKA asal negara Korea Selatan berjumlah paling banyak yaitu 302 jiwa dan sisanya dari 40 negara lainnya. Namun hasil inspeksi mendadak Timpora ternyata ada juga TKA ilegal asal negara Cina," ujar Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bogor Yous Sudrajat, Rabu (11/01/2017).

    Akibat banyaknya TKA ilegal ini, selain kerugian peluang kerja yang direbut oleh para TKA. Pemerintah Kabupaten Bogor, Provinsi maupun Pusat kehilangan pendapatan 1200 US$ perkepala.

    "Dari hasil penangkapan TKA ilegal di Sukamakmur, Cileungsi dan Cigudeg yang mencapai 33 orang, ya tinggal dikalikan 1.200 US$ atau 39.600 US$. Kami perkirakan jumlah TKA ilegal masih banyak dan saat ini Timpora masih melakukan pemantauan keberadaan mereka," sambungnya.

    Keberadaan TKA ini juga melanggar UU nomor 23 tahun 2012 tentang penggunaan TKA yang harusnya berasaskan bahwa perekrutan TkA karena tenaga kerja lokal tidak mampu, ada asas transfer teknologi dan didampingi tenaga kerja lokal.

    "Harusnya sesuai UU nomor 23 tahun 2012 Accounting, HRD dan buruh kasar tidak boleh ditempati oleh tenaga kerja asing. Tapi dalam kenyataannya banyak pelanggaran ini. Kami kesulitan mendeteksi pelanggaran ini, karena data yang kami terima tidak detail hingga jenis pekerjaan yang dilakoni," tambah Yous.

    Joko Sumarno selaku Kabid Penempatan dan Peluasan Kerja Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi mengaku karena keterbatasan petugas penyidik dan kendaraan operasional, jajarannya tidak bisa terus menerus melakukan pengawasan.

    "Kami memang menemukan bahwa jenis pekerjaan TKA di Izin Menggunakan Tenaga Asing (IMTA) tak sesuai dengan realita. Kami harap ada dukungan berupa jumlah personil dan kendaraan operasional, terlebih luas Bumi Tegar Beriman yang terdiri dari 40 Kecamatan dan 437 Desa dan Kelurahan," ungkap Joko Sumarno.

    Pengawas Ketenaga Kerjaan UPT Bakorwil I Dinas Tenaga Kerja dan Trasmigrasi Jawa Barat Zaki Budiman melanjutkan, Pengawas Tenaga Kerja, Dinas Tenaga Kerja sudah melaporkan adanya kecurigaan PMA yang mempekerjakan TKA ilegal.

    "Hasil tangkapan beberapa waktu lalu, merupakan laporan kami ke Kantor Imigrasi. Dari tangkapan kemarin di Cileungsi (18 orang), kami merekomendasikan semuanya dideportasi. Dari laporan Kantor Imigrasi Bogor, 14 orang diantaranya sudah dideportasi sementara 4 orang lainnya secepatnya juga akan dideportasi," lanjut Zaki.

    Kepala Kantor Imigrasi Bogor Herman Lukman
    melihat pelanggaran TKA ilegal oleh perusahaan akan dikenakan sanksi denda ataupun lebih berat lainnya.

    "Sesuai UU nomor 23 tahun 2012, maka perusahaan yang menggunakan TKA ilegal akan diberikan denda atau yang lebih berat lainnya. Kedepan Kami juga akan panggil pemilik perusahaan sebagai pembelajaran atau sosialisasi UU Tenaga Kerja Asing nomor 23 tahun 2012 dan Keimigrasian," lanjut Herman.

    Bupati Bogor Nurhayanti juga mengaku akan terus berkordinasi dengan Kementerian Hukum dan HAM dan Kementerian Tenaga Kerja.

    "Kami akan tingkatkan kordinasi bersama Kementerian Hukum dan HAM dan Kementerian Tenaga Kerja, agar Pemerintah Daerah lebih dilibatkan dalam data TKA ini, padahal disatu sisi Pemerimtah Pusat yang lebih banyak mendapatkan pajaknya," pungkas Nurhayanti. [jek]